Bom Bunuh Diri di Masjid Nigeria Tewaskan 11 Jamaah Subuh

Serangan bom yang menargetkan masjid di Nigeria (Ilustrasi). foto: rep


MUSTANIR.COM, GAMBORU — Serangan bom bunuh diri terjadi di sebuah masjid di timur laut Nigeria, yang merupakan pusat konflik dengan kelompok pemberontak Islam Boko Haram, pada Rabu (3/1) waktu setempat. Insiden yang terjadi di Kota Gamboru, di negara bagian Borno dekat dengan perbatasan dengan Kamerun itu, telah menewaskan setidaknya 11 orang. Wilayan negara bagian itu adalah wilayah di mana kelompok bersenjata Boko Haram sebelumnya melakukan sejumlah serangan.

Saksi mata mengatakan, pemboman tersebut terjadi saat para jamaah hendak melaksanakan shalat Subuh. Seorang bantuan pekerja bernama Ali Mustapha mengatakan kepada kantor berita Reuters, bahwa ia tengah dalam perjalanan menuju masjid untuk shalat Subuh. Lalu, ia mendengar suara ledakan bom yang keras di dalam masjid.

“Masjid itu hancur dan terbakar. Setelah beberapa jam, saat kami mengevakuasi orang-orang, kami melihat 11 mayat, dengan pembom bunuh diri telah menewaskan sebanyak 12 orang,” kata Mustapha, dilansir dari Al Jazeera, Kamis (4/1).

Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab sejauh ini. Namun, wilayah dan jenis serangan tersebut menjadi ciri khas Boko Haram, yang namanya diterjemahkan secara kasar menjadi “pendidikan Barat dilarang”.

Kelompok tersebut telah melancarkan kampanye bersenjata di wilayah timur laut Nigeria sejak 2009. Konflik tersebut telah menyebabkan setidaknya 20 ribu orang tewas dan menghasilkan pengungsi lebih dari 2,6 juta orang.

Pekan lalu, lebih dari 700 orang yang diculik oleh Boko Haram di Nigeria melarikan diri dari penangkaran. Seorang juru bicara untuk tentara Nigeria mengatakan, tawanan tersebut termasuk petani, nelayan dan anggota keluarga mereka.

Pada puncaknya, kelompok tersebut menguasai petak-petak besar di wilayah Danau Chad. Namun, militer Nigeria, dengan bantuan dari Chad, Kamerun dan Niger, telah mendorong pejuang Boko Haram keluar dari sejumlah provinsi di timur laut.

Meski mendapat dorongan balik dari koalisi internasional, Boko Haram tetap aktif di wilayah tersebut. Mereka kerap melakukan serangan bunuh diri terhadap warga sipil.

Pada awal Desember, setidaknya 17 orang terbunuh di kota Biu ketika dua tersangka pembom bunuh diri Boko Haram meledakkan diri di sebuah pasar. Serangan itu terjadi hanya dua pekan setelah seorang pembom bunuh diri yang merupakan remaja menyerang sebuah masjid di Mubi. Insiden itu menewaskan sedikitnya 50 orang. (republika.co.id/4/1/18)

Categories