Bupati Aceh Barat Tolak Beras Impor, Ada Apa?

ilustrasi | foto: sumbar satu


MUSTANIR.COM, MEULABOH — Bupati Aceh Barat, Provinsi Aceh H Ramli MS menolak beras impor masuk ke daerahnya. Ini karena kualitas beras impor belum tentu bagus dan hanya akan menguntungkan para pengusaha tertentu.

“Saya menolak impor beras, itu ujung-ujungnya kan untuk raskin atau rastra. Uang pemerintah akhirnya hanya mengalir ke pengusaha tertentu saja. Kabupaten Aceh Barat tidak pernah putus beras,” kata Ramli, di Meulaboh, Jumat (19/1).

Penegasan itu disampaikan setelah melakukan penanaman benih jagung hibrida pola tumpang sari, di Alu Penyareng, Meureubo bersama jajaran TNI-AD Korem 012/Teuku Umar, dan organisasi Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita) pada lahan seluas 20 hektare.

Impor beras rencananya akan dilakukan oleh Pemerintah. Beras impor berasal dari Vietnam dan Thailand untuk menekan kenaikan harga beras kualitas medium di pasar. Sebab meski telah dilakukan operasi pasar pada Desember 2017, harga beras medium hingga Januari 2018 masih bertahan tinggi.

Namun, menurut Ramli, impor beras yang dilakukan pemerintah pusat hanya akan menguntungkan pengusaha tertentu, sementara kualitas beras yang biasanya tidak bagus akhirnya disalurkan sebagai beras bantuan sosial untuk masyarakat Indonesia.

Ramli optimistis produksi gabah kering giling di daerah tersebut masih surplus dan cukup apabila dibeli oleh pemerintah dalam hal ini Perum Bulog, kemudian dibagikan lagi kepada masyarakat sebagai beras bantuan dengan kualitas produksi padi lokal.

Bahkan, produksi gabah petani Aceh Barat, sebagian besar dibeli oleh tengkulak dari daerah tetangga untuk diolah menjadi beras dengan kualitas yang lebih bagus. Kemudian dijual kembali ke daerah itu.

“Beras kita dibawa ke luar, kemudian diolah dan dijual kembali di Aceh Barat. Saya akan mencari investor membangun pabrik kilang padi yang modern, sehingga beras diolah di sini dengan kualitas lebih bagus,” katanya, didampingi Komandan Korem 012/TU Kol Inf Nefra Firdaus SE MM.

Saat menyampaikan sambutannya, Ramli juga menyinggung kemampuan daerah dalam berproduksi padi, sehingga tidak takut akan terjadi kekurangan stok pangan bagi masyarakat setempat.
(republika.co.id/19/1/18)

Categories