Dua Pekan Pertama 2018, Konflik di Suriah Tewaskan 30 Anak

Warga sipil melarikan diri dari lokasi ledakan setelah pasukan rezim Assad, di kota Ein Tarma di wilayah Ghouta Timur, Suriah pada 22 Agustus, 2017. foto: kompas


MUSTANIR.COM, DAMASKUS — Lembaga PBB untuk anak-anak, UNICEF, menyatakan lebih dari 30 anak terbunuh dalam dua pekan pertama 2018, di Ghouta Timur, Suriah.

Dilansir dari Middle East Monitor, Selasa (16/1/2018), representatif UNICEF di Suriah, Fran Equiza mengaku terkejut dengan angka tersebut, di mana dalam 14 hari ada lebih dari 30 anak-anak terbunuh dalam aksi kekerasan di Ghouta Timur.

Lebih dari 200.000 anak juga terjebak dalam pengepungan di wilayah tersebut sejak 2013.

“Dua fasilitas medis telah diserang di Ghouta Timur beberapa hari terakhir, dan banyak pusat kesehatan ditutup karena aksi kekerasan,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Menurutnya, beberapa area hanya memiliki klinik darurat bergerak yang menjadi satu-satunya fasilitas bagi keluarga untuk mendapatkan perawatan dan bantuan medis.

Sebanyak 120 anak yang membutuhkan penanganan medis dengan segera sedang menunggu kesempatan untuk meninggalkan area tersebut.

Sementara itu, di Idlib, lebih dari 100.000 penduduk dilaporkan telah dipaksa untuk meninggalkan rumah mereka akibat konflik yang bertambah parah.

Lebih dari 400.000 penduduk di Ghouta timur berada di dalam kondisi yang tragis karena dikepung oleh pasukan Suriah.

Ghouta Timur merupakan markas terakhir oposisi Suriah dan telah dikepung oleh pasukan rezim Suriah sejak 2012.

(kompas.com/17/1/18)

Categories