Empat korban tewas dalam kerusuhan 22 Mei Sudah Diautopsi Rumah Sakit Polri

MUSTANIR.net – Empat korban tewas dalam kerusuhan 22 Mei sudah diautopsi Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jakarta Timur. Dalam kerusuhan tersebut delapan orang dikabarkan tewas dan 905 lainnya harus menjalani perawatan medis.

Kepala Rumah Sakit Polri Brigadir Jenderal Musyafak mengatakan, empat jenazah yang diautopsi tersebut diterima dari tiga rumah sakit lain.

Tiga rumah sakit tersebut adalah Rumah Sakit Angkatan Laut Mintohardjo satu jenazah, Rumah Sakit Pelni dua jenazah dan Rumah Sakit Dharmais satu jenazah.

“Semua sudah dilakukan autopsi,” kata Musyafak kepada CNNIndonesia.com, Jumat (24/5/2019).

Namun, ia belum menjelaskan lebih lanjut soal hasil dari autopsi tersebut.

Jenazah yang sudah diautopsi, kata dia, sudah diserahkan ke keluarga.

Musyafak menyebut ada empat korban tewas lain usai Kerusuhan 22 Mei yang ada di rumah sakit lain.

Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti juga mengatakan total ada delapan korban tewas usai kerusuhan 22 Mei.

Sementara jumlah orang yang sudah mendapat perawatan medis mencapai 905 orang.

Widyastuti mengatakan empat dari delapan korban tewas sudah diautopsi di RS Polri. Sementara empat korban lainnya sudah dibawa pulang keluarga karena menolak autopsi.

“Empat korban meninggal yang dirujuk ke RS Polri dilakukan autopsi dengan hasil seperti pernyataan Karumkit RS Polri. Empat jenazah lainnya keluarga menolak dilakukan autopsi dan sudah dibawa pulang oleh keluarga,” kata Widyastuti dalam keterangan tertulis.

Sementara empat korban tewas lainnya ada tiga di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, dan satu jenazah dari RS Budi Kemuliaan yang kemudian dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya menyebut tujuh korban tewas usai kerusuhan 22 Mei adalah Farhan Syafero (31) asal Depok (Jawa Barat), M Reyhan Fajari (16) asal Jakarta Pusat, Abdul Ajiz (27) asal Pandeglang (Banten), dan Bachtiar Alamsyah asal Batu Ceper.

Kemudian Adam Nooryan (19) asal Tambora (Jakarta Barat), Widianto Rizky Ramadan (17) asal Kemanggisan, Sandro (31) dan satu lagi belum diketahui identitasnya.

Selain korban tewas, Dinkes DKI juga mendata ada 905 orang yang harus menjalani perawatan medis setelah Kerusuhan 22 Mei.

Sebanyak 95 lainnya mengalami cedera berat seperti patah tulang, cedera kepala, dan luka akibat benda tajam dan benda tumpul. Mayoritas korban atau 578 orang di antaranya luka ringan seperti lecet, luka sobek, memar, iritasi mata 224 orang mengalami penyakit lain seperti tekanan darah tinggi, ISPA, dan pingsan.

Hingga kemarin tercatat masih ada 58 orang yang dirawat di Rumah Sakit. Pemprov DKI Jakarta menanggung biaya pengobatan korban.[]

Sumber: CNN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories