Hasil Munas NU Soal Sebutan Kafir, Felix Siauw: Tidak Akan Diterima Umat

MUSTANIR.com, Jakarta – Ustadz Felix Siauw turut menanggapi hasil Musyawarah Nasional PBNU yang merekomendasikan agar istilah kafir tidak digunakan untuk menyebut non-muslim Indonesia. Menurut Felix, rekomendasi hasil Munas PBNU tersebut tidak akan diterima oleh umat.

Ia mengatakan bahwa sebenarnya orang-orang Indonesia sudah paham terkait adab dan etika, sehingga tidak akan memanggil orang lain dengan sebutan kafir secara langsung.

“Mereka tidak pernah memanggil orang dengan kata-kata kafir kok sebenarnya. Kafir adalah terminologi ketika kita mengatakan (menyebut diri) kaum muslim. Ya berarti selain muslim adalah kafir,” ujar Felix saat ditemui di area JCC Senayan pada Ahad (03/03).

Lebih lanjut, Felix juga menyoroti dasar pemikiran dari rekomendasi yang dikeluarkan PBNU. Menurut dia, dasarnya adalah meletakkan ayat-ayat konstitusi di atas ayat-ayat agama.

“Sehingga ketika mereka sudah satu warga negara, seolah-olah kata kafir tidak boleh digunakan. Ini sebenarnya yang paling berbahaya menurut saya. Sebenarnya soal peristilahan, itu tidak masalah. Orang muslim tidak akan memanggil saudara mereka dengan cara yang menyakitkan,” kata Felix.

Terkait klaim yang menyebut bahwa istilah kafir adalah diskriminatif, Felix mengatakan bahwa hal itu tidak pasti. Hal ini karena kata kafir hanyalah istilah.

“Contoh, ada orang baik ada orang buruk. Masa kita akan bilang bahwa buruk tidak boleh dipakai, non-baik saja. Atau misalnya ada orang kaya dan ada orang miskin lalu gak boleh pake kata miskin, non-kaya saja. Kalau begitu tidak perlu ada kata yang mengartikan sebaliknya, semua bisa ditambahkan dengan kata non atau tidak saja. Tetapi kan bahasa Indonesia gak seperti itu,” pungkasnya. []

Sumber: kiblat.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories