Konflik Memanas, OSO Laporkan Tiga Kader Hanura ke Polisi

Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang di Hotel Manhattan, Minggu (21/1/2018). foto: kompas


MUSTANIR.COM, JAKARTA — Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang atau OSO melaporkan tiga kader partainya ke polisi atas tuduhan melakukan pencemaran nama baik melalui media elektronik.

Laporan dari OSO itu dibuat oleh kuasa hukumnya Servasius Serbaya Manek ke Polda Metro Jaya, Senin (22/1/2018) malam. Adapun pihak terlapornya yakni Ari Mularis, Sudewo, dan Dadang Rusdiana.

“Atas nama OSO kami selaku kuasa hukumnya telah melakukan laporan terhadap 3 orang oknum kader Hanura yang secara terbuka membuat pernyataan di media online bahwa Pak OSO sebagai ketua Hanura yang sah melakukan penggelapan uang Rp 200 miliar,” ujar Servasius.

Menurut dia, tudingan terhadap OSO tersebut tidak mendasar. Atas dasar itu, kliennya membuat laporan polisi ini.

“Kami sendiri tidak tahu bagaimana mereka mendapatkan bukti itu, karena itu OSO sebagai korban tentu punya hak untuk membela diri, sehingga melakukan pelaporan agar pemberitaannya imbang,” ucap dia.

Servasius meminta ketiga pelapor mempertanggungjawabkan ucapannya di mata hukum.

“Apakah betul apa yang diomongkan di media online itu benar. Nah melalui proses laporan ini biar ketiga orang ini membuktikan karena Pak OSO merasa sangat dirugikan,” kata Servasius.

Laporan ini diterima polisi dengan nomor laporan: LP/412/I/2018/PMJ/Dit. Reskrimsus.

Sebelumnya, Sekertaris Jenderal Partai Hanura kubu Daryatmo, Syarifudin Sudding juga dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Kamis (18/1/2018) kemarin.

Dalam laporan tersebut tertera pelapornya adalah Serfasius Serbaya Manek yang mengaku diberi kuasa Partai Hanura.

“Laporannya terkait dugaan pemalsuan dan menempatkan keterangan palsu kedalam akta otentik dan PENGGELAPAN dalam jabatan atau Pasal 263 KUHP dan atau Pasal 266 KUHP dan atau PASAL 374 KUHP,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/1/2018).
(kompas.com/22/1/18)

Komentar:
Partai politik yang tidak memiliki idealisme yang jelas, memiliki potensi perpecahan lebih besar. Beberapa waktu yang lalu, Wiranto pendiri partai ini membubarkan ormas Islam dengan semena-mena. Tapi anenya justru partainya sendiri yang pecah.

Categories