Manajerial ala Khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq dan Umar bin Khattab

masjid-nabawi

Manajerial ala Khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq dan Umar bin Khattab

  1. Abu Bakar dalam Sistem Pemerintahan

Setelah Rasulullah SAW wafat, kepemimpinan unat beralih kepada Abu Bakar. Nama sebenarnya adalah Abdullah bin Abi Kuhafah at-Tamimi. Ia biasa dipanggil Abu Ka’ab. Kemudian setelah masuk Islam, Rasulullah SAW mengganti namanya dengan Abdullah. Sebutan Abu Bakar merupakan kuniyah.

Pada dasarnya Abu Bakar merupakan sahabat terdekat Nabi SAW, beliaulah yang menemani Nabi ketika perang, berdakwah dan menyiarkan agama Allah. Beliau juga merupakan Assabiqul Awalun dari laki-laki yang masuk islam. Abu Bakar merupakan khalifah pertama setelah wafatnya Nabi SAW.

Ketika umat muslim mengetahui Nabi SAW telah wafat, muncullah para Nabi palsu seperti Musailamah Al-Kadzab, Sujaj At-Tamimah dan Thulaihah Ibnu Khuwalaid. Dengan kekuatannya Abu Bakar mampumemanaje para sahabatnya hingga akhirnya terjadilah peperangan untuk memerangi orang-orang yang murtad (nabi-nabi palsu). Yang dipimpin langsung oleh Khalid Ibnu Walid, hingga terbunuhnya Musailamah Al-Kadzab, dan masuklah Sujaj At-tamimah dan Thulaihah Ibnu khuwalaid ke agama Islam. Karena dengan kepiawaiannya dalam memimpin, beberapa negara pun mampu ditaklukkan dan penduduknya pun memeluk agama Islam. Seperti Kerajaan Kisra dan Qaisir, serta Iraq.

Adapun dalam pemerintahannya, Abu Bakar membagi kerja sebagai berikut:

  1. Wilayah Provinsi dan Gubernur
  • Pembagian wilayah
  1. Jazirah Arab dibagi menjadi 3, yaitu : Makkah, Madinah dan Thaif
  2. Wilayah Yaman dibagi menjadi 8, yaitu : Shan’a, Hadramaut, Haulan, Zabid, Al-Jund, Najran, Jarsy dan Rama’
  3. Sentral Organisasi
  • Pengawasan
    – Dialog Abu Bakar – Yazid bin Abi Sufyan: …..“Saya mengangkat kamu untuk menguji, mencoba dan mengeluarkan engkau. Jika engkau mampu bekerja dengan baik, engkau akan aku kembalikan pada pekerjaan bahkan akan aku tambah. Namun, jika kinerja engkau jelek, aku akan memecatmu”…..
    – Dialog Abu Bakar – Amr bin Ash, ketika penyerahan bendera pasukan perang. Diantaranya pesan tentang musyawarah, memuliakan Muhajirin, Anshar, jangan semena-mena, jangantakabur.

Didalam melaksanakan tugasnya, para gubernur diberi tanggung jawab untuk :

  1. Mendirikan Shalat         
    Tiap para pemimpin daerah harus mampu untuk mengajak seluruh penmduduknya yang beragama Islam untuk melaksanakan shalat pada waktunya. Ketika Adzan, maka diharapkan kepada seluruh penduduk untuk shalat dan meninggalkan perniagaan.

Sebagaimana firman Allah :

“Wahai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”. (Q.S. Al-Jumu’ah : 9)

Maksudnya: apabila imam telah naik mimbar dan muazzin telah azan di hari Jum’at, Maka kaum muslimin wajib bersegera memenuhi panggilan muazzin itu dan meninggalakan semua pekerjaannya.

  1. Menegakkan Peradilan

Adil merupakan hal yang utama dalam pemerintahan menyangkut sebuah kebijaksanaan suatu hakim. Memberikan ganjaran yang setimpal bagi yang salah dan membenarkan yang haq, bukan sebaliknya.

  1. Menarik, Mengelola dan Membagikan Zakat

Mampu untuk menarik zakat dari orang yang mampu, kemudian mengelola dan membagikannya. Karena Zakat wajib hukumnya kalau sudah sampai nisab. Dengan demikian akan terjadi toleransi antara si kaya dan si miskin.

Dalam Al-Qur’an disebutkan :

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus], dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus.” (Q.S. Al-Bayyinah : 5)

  1. Melaksanakan Had
    Sebagai seorang khalifah hendaknya bisa melaksanakan hukuman sesuai yang telah disyariatkan oleh islam. Hukum orang yang mencuri dan lain sebagainya.

2. Umar Bin Khattab dalam Sistem Pemerintahan

Setelah Abu Bakar wafat, kepemimpinan umat islam dopegang oleh Umar bin Khattab. Nama lengkap dari khalifah kedua ini adalah Umar bin Khattab bin Nufail bin Abdul Uzza bin Riba’ah bin Abdullah bin Karth bin Razaah bin Adi bin Ka’ab. Umar adalah seorang pemberani yang memiliki kepribadian teguh dan berwatak keras. Beliau juga dikenal sebagai tokoh yang berdiplomasi.

Umar pun malakukan manajemen dalam memerintah umat islam diantaranya adalah :

  1. Pada masa pemerintahannya dicetuskan penerbitan untuk pertama kali.
  2. Membangun beberapa Negara dan memperluas agama islam. Seperti Kuffah, Busroh dan Fusthoth ( Kairo).
  3. Beliaulah yang melaksanakan ronda pertamakali. Ketika malam beliau meninggalkan rumahnya dan berkeliling ke rumah penduduk. Pernah suatu ketika Umar bin khattab mendengar isak tangis dari sebuah rumah, setelah diselediki ternyata ia adalah orang miskin yang tidak mempunyai pangan. Akhirnya beliau mengirimkan beras dan gandum ke penduduk tersebut.
  4. Dalam masa pemerintahnnya, dipilihlah hakim dan beliau yang mempelopori adanya penulisan sejarah Islam yang dimulai dari hijrahnya nabi Muhammad SAW.

Agar pemerintahnnya berkesinambungan, maka Khalifah Umar bin Khattab menata sisitem Negara sebagai berikut :

  1. Dasar-dasar Sistem Peradilan
    Khalifah Umar bin Khattab melakukan pemisahan antara kekuasaan peradilan (yudikatif) degan kekuasaan pemimpin (eksekutif), beliau memilih hakim dalam sistem peradilan yang independen dan bertanggung jawab langsung kepada khalifah.
  2. Perlakuan yang sama dalam supremasi hukum.
  3. Pentingnya bukti, sumpah dan perdamaian.
  4. Kemungkinan merujuk suatu perkara kembali (review).
  5. Memberi pendakwa hak tersamar atau kesempatan memperkuat bukti.
  6. Takutlah terhadap kesedihan, kesewenangan, menyakiti manusia, kembali kepada Allah.
  1. Sistem Pengawasan
    Lahirnya pemikiran atas pembentukan lembaga pengawasan. Khalifah Umar bin Khattab mewakilkan Muh bin Musallamah untuk menangani masalah pengaduan dari rakyat. Beliau akan menghukum (qishas) pegawainya yang zalim.Serta bertanya kepada masyarakat suatu daerah akan pemimpinnya, kesehatan, para budak, miskin, lemah, pintu konsultasi.
  1. Sentral Administrasi
    Adanya pemisahan administrasi penarikan harta kaum muslimin dari sistem peradilan dan kekuasaan pemimpin (eksekutif). Dibentuknya Lembaga keuangan negara terpisah dan independen dari kekuasaan pemimpin (eksekutif), sistem peradilan, pemimpin tentara perang.

Dibentuk 3 lembaga utama untuk mengatur sistem pemerintahan, yakni:diwan al-jund (pasukan perang), diwan al-kharaj (keuangan negara), diwan al-rasail (lembaga administrasi, kesetariata). Dimana setiap diwan mempunyai tugas masing-masing dalam melaksanakan pemerintahan.

  1. Pemerintah Daerah  
    Sebagai seorang panutan umat akhirnya beliau mempunyai ide yang cemerlang didalam khalifah nya, diantaranya :
  2. Dibentuk dan dibina pasukan perang dan kesejahteraannya
  3. Menciptakan sistem peradilan
  4. Menarik harta kharaj, zakat, menentukan pegawainya dan hak-hak yang diterimanya
  5. Menjaga agama dan perkara haram
  6. Menegakkan had atas hak Allah dan hak anak adam
  7. Membentuk kepemimpinan dalam setiap jama’ah dan menentukan pemimpinnya.
  8. Memberangkatkan kaum muslimin yang akan berangkat haji
  9. Jika dalam kondisi perang, mewajibkan perang (jihad) mengalahkan para musuh dan membagikan harta ghanimah (sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories