Mensos Sebut 7 Ribu Warga Asmat Terjangkit Wabah Campak

Campak di Asmat | foto: liputan6


MUSTANIR.COM, Palembang — Menteri Sosial Idrus Marham mengungkapkan sebanyak 7.230 orang warga Kabupaten Asmat, Papua terindikasi wabah penyakit campak dan gizi buruk.

Dari jumlah itu, ada warga Asmat yang sudah mendapatkan bantuan dari tim Tanggap Darurat Kemensos RI.

Idrus mengatakan sebanyak 175 orang warga menjalani rawat inap di Rumah Sakit (RS). Sebagian lain dirawat di aula gereja Asmat.

“Sebanyak 399 orang sudah mendapatkan pelayanan rawat jalan,” ujar Idrus kepada CNNIndonesia.com, di sela acara penyerahan Kartu Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP), di lapangan SMAN 1 Palembang, Senin (22/1).

“Kami berkesimpulan, tahap pertama tim Tanggap Darurat sudah bisa mengatasi gizi buruk dan campak,” imbuh Idrus.

Saat ini Kemensos RI sedang memikirkan langkah perawatan dan pembinaan berkelanjutan bagi warga di Kabupaten Asmat.

Kata Idrus, pihaknya juga akan menggandeng instansi terkait untuk melakukan penanganan terpadu yang bisa dilakukan bersama-sama.

Idrus lantas sedikit bercerita soal kunjungannya ke Asmat, pada Minggu (22/1) sore bersama Dirjen Kemensos RI.

Dikatakan Idrus, kunjungan itu dalam rangka memantau hasil kerja tim Tanggap Darurat. Ia menilai, selama satu bulan lebih, tim Tanggap Darurat sudah bekerja maksimal dalam mengatasi wabah penyakit ini.

“Ini sesuai dengan tugas Presiden. Tim sudah mengatasinya, baik dari tim Kemensos, Kemenkes, TNI dan Polri, Pemda dan warga,” ujarnya.

Selain itu, ujar Idrus, tim Kemensos sudah mengecek stok bahan makanan di gudang dan akan segera disalurkan oleh tim terpadu secara bertahap.

Kemensos RI akan mengirim bantuan sebanyak tiga ton beras dan makanan siap saji. Bantuan lainnya akan disediakan oleh Kemenkes, TNI dan Polri, serta instansi lain.

Dari hasil pengamatan tim, Idrus menyebut kendala utama penyaluran bantuan adalah transportasi menuju lokasi.

“Jarak distrik dan kampung satu ke kampung lain itu harus melalui sungai. Satu-satunya transportasi menggunakan speedboat, dengan jarak tempuh 1-3 jam,” katanya.

Dari data Kemensos RI, ada 67 anak yang meninggal karena wabah penyakit campak dan gizi buruk dari empat distrik dan di RSUD Asmat.

Di Distrik Pulau Tiga sebanyak 37 jiwa, Distri Fayit sebanyak 14 jiwa, Distrik Aswi sebanyak 5 jiwa, Distrik Akat sebanyak 4 jiwa dan yang meninggal di RSUD Asmat sebanyak 4 jiwa.
(cnnindonesia.com/22/1/18)

Categories