Perang Membuat Warga Suriah Terpaksa Makan Rumput

warga-suriah-terpaksa-memakan-daun

Perang Membuat Warga Suriah Terpaksa Makan Rumput

Mustanir.com – Sungguh ironis kondisi warga sipil Suriah yang terjebak di tengah konflik perang yang tak berkesudahan. Badan PBB untuk kemanusiaan mengungkap fakta kelaparan warga sipil Suriah yang harus mengonsumsi rumput untuk bertahan hidup di kawasan Madaya.

Hal ini terungkap setelah pasukan pemerintah Bashar al Assad akhirnya bersedia membuka blokade kemanusiaan di tiga wilayah. Kondisi di tiga wilayah itu sangat memprihatinkan. Anak-anak banyak yang kelaparan dan kurus hingga terlihat tulang rusuknya.

“PBB menyambut persetujuan hari ini dari pemerintah Suriah untuk mengakses Madaya, Fua dan Kefraya. Kami mempersiapkan bantuan kemanusiaan untuk bebapa hari ke depan,” demikian pernyatan Kantor Koordinator urusan kemanusiaan PBB dilansir dari The Guardian, Kamis (7/1).

Kondisi warga sipil yang kelaparan ini menunjukkan masih sedikit konvoi bantuan kemanusiaan yang masuk. Terbukti banyak penduduk yang bertahan dengan memakan rumput dari ladangnya, dan merebus dedaunan dengan bumbu seadanya. Disebutkan dalam pernyataan itu, satu kilogram beras di wilayah ini harus dibeli seharga 250 dolar AS atau 350 ribu rupiah.

Petugas PBB untuk kemanusiaan mengatakan, bantuan terakhir yang sampai ke tiga wilayah ini pada Oktober tahun lalu, sehingga kekurangan stok makanan, susu bayi dan obat-obatan terjadi di mana-mana. Di wilayah ini juga banyak ditemukan orang dan bayi meninggal kelaparan. “Madaya tidak di ambang bencana, tapi di sini sudah bencana kemanusiaan,” kata petugas PBB.

Kedatangan konvoi bantuan kemanusiaan PBB di Madaya, Fua dan Kefraya pun disambut bahagia sekaligus skeptisme apakah bantuan ini akan bertahan. Madaya adalah contoh dari buruknya dampak blokade yang bertujuan untuk saling melemahkan kekuatan antara pasukan setia Assad dan pejuang perlawanan Assad. (rol/adj)

Komentar Mustanir.com

Sungguh sangat memprihatinkan kondisi kaum muslimin di Suriah. Sedangkan negeri-negeri kaum muslimin yang berdekatan tidak dapat melakukan banyak hal. Ironisnya malah untuk menyambut tahun baru 2016 Uni Emirat Arab sampai rela membuang uang sebesar 6 trilyun. Bukankah lebih baik jika uang sebanyak 6 trilyun tersebut diberikan dan disumbangkan kepada kaum muslimin di Suriah ataupun kaum muslimin di tempat lain?

Tentu kita pun tak boleh tinggal diam melihat saudara-saudara kita, kaum muslimin di seluruh belahan dunia saat ini menjadi bulan-bulanan oleh orang kafir, karena tak ada lagi satu pun negara yang secara politik mewakili kaum muslimin. Tidak ada lagi negara yang menjamin darah dan harta kaum muslimin. Khilafah adalah negara yang akan menjamin darah dan harta kaum muslimin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories