Peziarah dan Ulama Menyambut Penggeseran Mihrab Nabi

Mimbar nabi di Masjid Nabawi sekarang. foto: ihram.id


MUSTANIR.COM, MADINAH — Langkah baru-baru ini oleh otoritas Saudi untuk mengalihkan Mihrab di Masjid Nabawi di Madinah kepada Nabi Mihrab, yang terletak di belakang yang sekarang, telah mendapat sambutan kaum Muslim yang ingin memberi penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.

Abdul Wahid Ali Al-Hattab, penasihat Kepresidenan Dua Masjid Suci, mengatakan bahwa cendekiawan Islam dan tokoh terkemuka serta peziarah dari seluruh dunia telah menyambut gagasan tersebut. Ini karena memudahkan kesulitan peziarah dan pemuja yang berniat untuk menyambut Nabi SAW.

“Proses peralihan dilakukan secara bertahap,” kata penasihat tersebut kepada saluran Islam Iqra saat menghadiri programnya yang bernama “Dari sekitar Taiba” yang dilakukan oleh Wael Rafeek. Nabi Mihrab digunakan pertama pada hari Jumat bulan lalu.

Mihrab ini juga digunakan untuk sholat Maghreb dan Isha beberapa hari kemudian. “Ketika kami menemukan bahwa idenya itu bagus dan efektif, kami memutuskan untuk menggunakan mihrab ini untuk semua doa,” jelasnya.

Al-Hattab mengatakan bahwa jumlah pengunjung di makam Nabi di masjid tersebut meningkat dari 50.000 menjadi lebih dari 80.000 orang setiap hari akibat penggusuran Mihrab. Mihrab sebelumnya berada di daerah Ruwaq yang padat akibat kehadiran sejumlah besar peziarah yang ingin mengunjungi makam Nabi.

Sheikh Abdulrahman Al-Sudais, kepala kepresidenan dan imam dan khateeb Masjidil Haram di Makkah, sebelumnya telah mengumumkan rencana untuk menggeser Mihrab. Langkah ini mengurangi waktu yang dibutuhkan seorang individu untuk mengunjungi makam Nabi dari lama waktu 15 menit sampai 20 detik. Kaum Muslim sekarang bisa memasuki daerah Al-Ruwaq untuk mencapai makam Nabi dan kedua temannya dan keluar melalui Gerbang pekuburan Baqie dalam waktu singkat.

“Arab Saudi telah melakukan pekerjaan yang hebat selama beberapa dekade terakhir untuk menjamin keamanan dan keamanan para peziarah yang datang untuk melakukan haji dan umrah,” kata penasihat tersebut.
(ihram.co.id/30/1/18)

Categories