Polda Papua Kekurangan Tenaga Medis untuk Asmat

Warga Asmat terdampak campak. foto: merdeka


MUSTANIR.COM, JAKARTA — Kapolda Papua Inspektur Jenderal Polisi Boy Rafli Amar mengungkapkan, tenaga medis dan tenaga dokter yang ada di wilayahnya terkait tersebarnya wabah Campak dan Gizi Buruk di Asmat dan sejumlah wilayah lainnya di Papua sangat minim. Untuk itu, ia mengharapkan adanya bantuan tenaga medis dari Pusat.

“Jadi kami juga dari kepolisian ini kita minta BKO (Bantuan Kendali Operasi) dokter dari Mabes Polri. Kita, Mabes Polri, Polda Papua juga meminta BKO dokter kepada Pusdokkes Mabes Polri, saya yakin mudah-mudahan dipenuhi untuk kita perbantukan,” kata Boy di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta, Rabu (24/1).

Program-program dokter muda dan dokter magang diharapkan Boy bisa hadir di Papua. Sehingga, para tenaga medis tersebut bisa mengisi pos yang kosong terutama di Puskesmas Asmat. Menurut mantan Kadivhumas Polri ini, terdapat beberapa puskesmas yang tidak memiliki dokter.

Sementara untuk stok vaksin sendiri, menurut Boy masih cukup. Tetapui, untuk cadangan, Boy menyebutkan masih membutuhkan sekitar 2.000 sampai 3.000 vial vaksin. “Itu bagus apabila kita stok sehingga waktu ke depan kita tetap bisa memberikan pelayanan vaksinasi kepada anak-anak, khususnya mereka yang di daerah-daerah yang terpencil internet yang sulit dijangkau,” kata dia.

Sejauh ini, kata Boy, yang mengalami gizi buruk di Papua angkanya cukup tinggi. Jumlah tersebut dikatakannya antara 10.000 sampai 15.000. Sehingga, pihaknya bersama stakeholder terkait berupaya memaksimalkan pelayanan kesehatan berupa vaksin dan obat serta penyaluran bantuan bahan makanan.

Polda Papua dan Kodam Cenderawasih pun telah membentuk satuan petugas bersama pemerintah setempat. Satgas tersebut telah melakukan penyusuran untuk memberikan pengobatan serta menyalurkan bantuan bagi warga terdampak gizi buruk di Asmat, Pegunungan Bintang, Oxibil dan beberapa tempat lainnya.
(republika.co.id/24/1/18)

Categories