Sepanjang Januari, 90 Ribu Ha Sawah Panen di Jabar, Kok Impor?

ilustrasi | foto: mediasulsel


MUSTANIR.COM, BANDUNG — Sepanjang Januari ini sebanyak 90 ribu hektar areal sawah di wilayah Provinsi Jabar akan panen. Dari luas lahan tersebut diperkirakan akan menghasilkan gabah kering giling (GKG) sebanyak 333 ribu ton.

Wilayah yang akan menghadapi musim panen pada periode Januari ini tersebar merata di wilayah Jawa Barat. “Tiap hari selalu ada wilayah yang panen. Besok (hari ini, Red) ada panen raya di Kabupaten Cianjur,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Jawa Barat, Ir Hendy Jatnika, MM kepada Republika.co.id Kamis (18/1).

Panen pada Januari ini, Hendy mengatakan, merupakan hasil tanam pada bulan Oktober 2017. Pada bulan Pebruari, imbuh dia, jumlah lahan yang panen meningkat menjadi 162 ribu hektare yang diperkirakan menghasilkan 600 ribu ton GKG.

Pada Maret, panen diperkirakan sebanyak 279 ribu hektare dengan capaian sebanyak 1,240 juta ton GKG. “Puncak panen akan terjadi pada Juli yang jumlahnya sama seperti Maret. Setelah itu akan terjadi pergantian tanaman palawija karena memasuki musim kemarau,” ujar dia.

Pada 2018, Hendy mengatakan, target panen para petani di Jawa Barat sebanyak dua juta haktare yang berasal dari lahan seluas 926 ribu hektare sawah baku yang ada. Meski luasan sawah baku di Jabar masih dibawah Jatim dan Jateng, namun produksi padinya lebih tinggi.

Ini, kata dia, lantaran sistem tanam pada areal sawah di Jabar bisa dua hingga tiga kali dalam setahun.” Indeks tanam nasional kita 2,3. Di atas Jateng dan Jatim,” imbuh dia.
(republika.co.id/19/1/18)

KOmentar:
Pemerintah hendaknya jangan terburu-buru untuk melakukan impor, karena bisa jadi masih ada solusi lain untuk menstabilkan harga pasar. Jangan juga menjadikan beras sebagai barang politik.

Categories