Soal Ancaman Penutupan Media, PAN: Wiranto Berlebihan

MUSTANIR.net, JAKARTA — Politikus PAN Saleh Daulay angkat bicara terkait Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto mengenai ancaman kepada media yang jelas melakukan pelanggaran.

Sebelumnya, Wiranto sempat mengatakan akan menutup media yang jelas melakukan pelanggaran.

Hal itu dikatakan Wiranto saat membuka rapat koordinasi membahas keamanan pascapemilu di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (6/05), dikutip dari Kompas TV.

Belakangan ini, Saleh melihat Wiranto banyak mengeluarkan kebijakan yang kesannya ingin menutup ruang untuk berekspresi, berpendapat, dan berbicara. Mestinya, kalau penyelenggaraan pemilu berjalan sesuai ketentuan yang ada, tidak perlu ada yang dikhawatirkan. Kalau ada tekanan seperti ini, seakan ada yang mau dilindungi.

“Sejauh ini, situasi sangat kondusif. Proses rekapitulasi hasil pemilu juga berjalan baik. Hanya memang agak sedikit lambat. Itu mungkin karena banyaknya hasil pemilu yang akan direkap,” kata Saleh saat dihubungi, Selasa (7/5).

Selain kondusif, pemerintah juga selalu terbuka untuk berdiskusi dengan tokoh-tokoh masyarakat. Ada banyak tokoh yang sudah diundang dan diminta untuk bicara pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, dan persatuan. Tindakan seperti ini jauh lebih efektif. Pendekatannya lebih aspiratif dan partisipatif.

“Di era demokrasi seperti sekarang, pendekatan yang penting adalah penegakan hukum. Dalam menjaga keharmonisan di tengah masyarakat, keterlibatan menjadi penting. Nah, di situlah pentingnya pemimpin-pemimpin masyarakat perlu diajak bicara,” jelasnya.

“Tidak perlu shut down media untuk mendiamkan masyarakat. Media itu hanya sarana. Yang bicara di media itu kan masyarakat. Ya masyarakatnya yang perlu diajak bicara. Diajak bicara untuk mendengar keluhan, komplain, aspirasi, dan solusi yang mereka inginkan terhadap masalah yang ada,” tambahnya. []

Sumber: Teropong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories