Sri Mulyani Memberikan Insentif Besar-Besaran Demi Tekan Defisit Neraca Dagang

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku siap memberikan insentif fiskal besar-besaran untuk sektor perindustrian, perdagangan, dan investasi demi menekan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD). Defisit transaksi berjalan pada kuartal II-2019 tercatat sebesar US$ 8,4 miliar atau 3,04% dari produk domestik bruto (PDB).

Transaksi berjalan terdiri dari neraca perdagangan barang, neraca perdagangan jasa, neraca pendapatan primer, dan neraca pendapatan sekunder. Neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari-Juni 2019 masih defisit sebesar US$ 1,93 miliar.

Mengenai defisit neraca perdagangan juga menjadi perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi). Orang nomor satu di Indonesia ini berkali-kali menyinggung soal tekor tersebut di hadapan pejabat negara.

“Kami siap menggunakan instrumen fiskal untuk membantu kementerian terkait dan juga inisiatif dari Pemda untuk bisa meningkatkan ekspor,” kata Sri Mulyani di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2019).

Dengan instrumen fiskal, Sri Mulyani mengaku akan membantu Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, dan sektor investasi yang berkaitan dengan kinerja ekspor bertumbuh dengan baik.

“Pokoknya kami siap dengan seluruh instrumennya membantu kementerian terkait dan pemerintah daerah yang bisa ikut memecahkan masalah CAD,” jelas dia.

Bahkan, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini akan memantau hasil formulasi kebijakan-kebijakan ekonomi makro yang sudah ada.

“Hubungan kami dengan seluruh K/L maupun Pemda dan para pengusaha akan terus kita harapkan supaya kita juga bisa terus meng-adjust policy kita sesuai kebutuhan,” ungkap dia.[]

Sumber: Detik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories