Ulama Pasuruan: Khilafah Akan Membungkam Mulut Besar Trump

foto: fanpage ahlussunnah wal jama’ah


MUSTANIR.COM, Ahad, 31 Desember 2017. Menyikapi problematika Umat Islam di negeri Palestina Keluarga Besar Nurul Mas’ud Orobulu Rembang Pasuruan, mengundang beberapa ulama dan tokoh masyarakat setempat untuk hadir dalam Mudzakarah Ulama’ & Maulid Nabi Muhammad SAW.

Acara diawali dengan pembacaan maulid Diba dan Istighotsah oleh Tim Banjari Rembang Pasuruan. Terlihat di barisan depan Shohibul Fadlilah KH. Abdullah Amroni, Shohibul Fadlilah KH. Abdul Hamid Adlan, Al Mukarom Gus Huda, Al Mukarom Ikhsan dan beberapa Tokoh Masyarakat sekitar Hadir memenuhi undangan.

Acara dibuka dengan pembacaan Ayat Suci Al-Quran, dilanjutkan dengan penyampaian kata sambutan oleh Shohibul Bayt Al Mukarom Gus Rohibni Basri. Gema Takbir mengawali pembukaan acara mudzakarah ulama. “Tidak perlu membawa senjata canggih melawan Israel, cukup dikencingi oleh seluruh kaum muslimin saja sudah cukup mengalahkan mereka” ucap Gus Rohib dalam sambutannya.

Sekarang negeri-negeri Muslim tidak punya kepala negara / pemimpin yang bisa memobilisasi untuk membantu Palestina. Jikalau ada seorang Kholifah yaitu Pemimpin kaum muslimin, maka selesai lah urusan yang ada di Palestina. Tidak ada lagi itu Zionis Israel yang Berani menjajah kaum muslimin.

Al Mukarom KH. Abdul Hamid pengasuh Pondok Pesantren Al Hamidiyah Rembang Pasuruan membacakan Syi’ir yang beliau karang sendiri. Syi’ir ini terinspirasi oleh kondisi di Palestina dan Ucapan Presiden Donald Trump beberapa waktu lalu. kita tidak bisa mengharapkan hanya pada KTT ASEAN, maupun OKI untuk permasalahan Palestina. Konferensi tersebut hanya maksimal Mengecam saja, tidak lebih dari itu imbuhnya

Gus Huda Pandaan dalam penyampaiannya “kita Wajib meniru Rasulullah SAW dalam segala bidang kehidupan dan beliau juga memberikan contoh yang nyata bagaimana Rasulullah SAW mengemban peradaban besar dunia, merubah kondisi dunia yang jahiliyah, hanya dengan membina 1, 2 orang, dari rumah ke rumah sampai kemudian terbina ratusan sahabat sampai kemudian Rasulullah SAW melakukan hijrah ke Madinah.

Penyelesaian tunggal atas krisis Palestina, dimana palestina mungkin bagi sebagian orang, itu adalah urusan dalam negeri palestina itu sendiri. Namun tragedi palestina adalah masalah Islam, membebaskannya adalah kewajiban seluruh kaum muslimin, lanjutnya.

Pengasuh Majelis Talim Bustanul Amilin Al Mukarom Ust. Syamsuddin Al Wahidah memberikan semangat kepada peserta yang hadir, dengan gaya khasnya “Kita tidak bisa bergantung kepada negeri Timur Tengah, Yahudi sekarang sudah menjajah 80% wilayah Palestina. Kebanyakan ulama di negera Palestina mengharap ke Kaum Muslimin di Indonesia untuk membantu membebaskan mereka, sebagaimana halnya dengan Sayyidina Umar, Solahudin al ayyubi.

Seperti yang dikatakan MUI wilayah Palestina mengharap terhadap kaum muslim di Indonesia. Arab Saudi dan Timur Tengah itu tidak bisa diharapkan. Karna ada yang memberi perintah kepada mereka, entah itu inggris atau Amerika. Sehingga memikirkan kaum muslimin di Palestina itu, sudah bingung sendiri sendiri”

Karena terbatasnya waktu maka acaraa ini pun diakhiri dengan kesimpulan kesepakatan para Ulama dalam bentuk pernyataan sikap Bersama, yang intinya MENOLAK dengan tegas Penjajahan Israel atas Tanah Palestina.
Acara Mudzakarah Ulama & Maulid Nabi Muhammad SAW di kediaman Keluarga besar Nurul Masud pun akhirnya ditutup dengan doa yang disampaikan oleh Gus H. Fauzan.

sumber: fanpage/ahlussunnah wal jama’ah

Categories