Usai Rapat Bersama Mendagri, Wiranto: Seharusnya KPU, Bawaslu, Dan Petugas Keamanan Diapresiasi

MUSTANIR.net – Pemilu Serentak 2019 yang digelar 17 April lalu merupakan yang terbesar dan terumit di dunia. Sebab, dalam satu hari sebanyak 192 juta pemilih harus mencoblos empat hingga lima kertas suara. Sehingga, adanya dinamika-dinamika yang muncul menjadi hal yang wajar.

“Tapi ini dilaksanakan dengan sangat terbuka dan diawasi oleh semua pihak termasuk observer dari mancanegara. Terbukti dapat terlaksana dengan aman, lancar, dan damai sehingga mendapatkan apresiasi dari 33 negara,” ujar Menkopolhukam Wiranto usai rapat bersama Mendagri Tjahjo Kumolo dan Kepala Staf Presiden Moeldoko di Ruang Parikesit Gedung Utama Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Rabu (24/4/2019).

Seharusnya, kata Wiranto, semua pihak memberikan penghargaan dan apresiasi kepada KPU, Bawaslu, dan petugas keamanan yang telah melakukan pekerjaan besar dan berat sehingga gelaran pemilu berjalan aman, lancar, dan damai.

Apalagi sejauh ini sebanyak 139 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia karena diduga kelelahan menjaga TPS.

“Oleh sebab itu, sangatlah tidak tepat atau tidak pada tempatnya kalau melakukan fitnah, cacian, dan membuat tuduhan-tuduhan yang menyedihkan dan tidak berdasar,” ujarnya.

Menurutnya, KPU juga telah terbuka dan netral dalam penghitungan suara melalui Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng).

“Untuk melanjutkan keterbukaan dan kenetralannya, KPU telah melakukan penghitungan secara transparan yang perkembangan hasilnya dapat diakses oleh siapapun setiap saat,” tandasnya. []

Sumber: Rmol

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories