Yusril Berulang Kali Bujuk HTI Berpolitik dan Ikut Pemilu

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra. foto: tribun


MUSTANIR.COM, Jakarta — Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra mengaku berulang kali mengajak mantan anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) untuk tidak alergi terhadap politik dan pemilu.

Selama ini, HTI dikenal sebagai organisasi yang anti terhadap pemilu. Menurut mereka, pemilu merupakan bagian dari demokrasi produk negara-negara barat sehingga tidak patut diikuti.

Sistem pemerintahan yang terbaik menurut mereka adalah khilafah. Pemahaman tersebut, menjadi dasar Kementerian Hukum dan HAM membubarkan HTI karena khilafah dinilai bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

Yusril mengatakan, kerap menjelaskan kepada anggota HTI bahwa keikutsertaan dalam politik dapat membuat HTI menjadi kuat. Sebaliknya, ketika HTI tidak berafiliasi dengan elemen politik seperti partai, maka akan mudah menjadi bulan-bulanan berbagai pihak termasuk pemerintah.

“Berkali-kali juga kami meyakinkan kepada mereka bahwa ini kan satu contoh. Begitu tidak mau ikut politik tidak apa-apa, tapi kalau surat satu lembar menyatakan bubar, bubar kalian. Enggak bisa apa-apa,” ucap Yusril di kantor DPP PBB, Jakarta, Minggu (28/1).

Bahkan, kata Yusril, meski dibela ratusan pengacara, tidak mudah untuk mempertahankan eksistensi HTI ketika dicap sebagai musuh oleh berbagai pihak.

“Itu mudah-mudahan membuat mereka sadar juga,” lanjutnya.

HTI kini tengah menjalani sidang di Pengadilan Tata Usaha Negara. Mereka menggugat SK Kemenkumham karena dibubarkan. Yusril yang menjadi kuasa hukum HTI.

Yusril mengatakan, dirinya mau menjadi kuasa hukum HTI sebagai bentuk solidaritas terhadap sesama penganut agama Islam. Di sisi yang lain, Yusril pun berharap mantan anggota HTI bergabung bersama partainya, yakni PBB.

“Apakah HTI akan bergabung ke kita ya kita harapkan begitu. Tapi kalau doktrinnya tetap tidak mau ikut pemilu, mau bilang apa,” ucap Yusril.

Sejauh ini Yusril mengaku belum tahu apakah ada mantan anggota HTI yang telah menjadi kader PBB di tingkat pusat atau Provinsi DKI Jakarta. Meski demikian, dia mengaku ada kemungkinan mantan anggota HTI yang telah bergabung dengan PBB di daerah lain.

Yusril mengamini telah ada beberapa kegiatan PBB di daerah yang dibantu oleh mantan anggota HTI.

“Kalau mereka membantu kegiatan-kegiatan PBB itu, iya di daerah,” kata Yusril.
(cnnindonesia.com/29/1/18)

Komentar:
Masuk ke dalam politik praktis ala demokrasi hanya akan menjadikan HTI kehilangan idealismenya sebagai Organisasi yang mengusung ideologi Islam. HTI hanya akan menjadi partai pragmatis. Sudah banyak partai yang awalnya mengusung Islam sekarang kehilangan idealismenya setelah berbaur di tengah lumpur demokrasi.

Selain itu, demokrasi sepanjang sejarahnya hanya mengantarkan politisi Muslim ke puncak kekuasaan, tetapi tidak pernah merestui syari’at Islam diterapkan secara total sebagai pengatur kehidupan.

Categories