ISIS dan Hawa Nafsu Kebinatangan Mereka

ditembak-isis

ISIS dan Hawa Nafsu Kebinatangan Mereka

oleh Syaikh Abu Hassan Al-Kuwaiti

Hawa Nafsu kebinatangani ISIS terdiri dari kecintaan terhadap wanita, kecintaan terhadap uang dan kekuasaan. Khawarij memiliki nafsu yang sangat besar terhadap wanita, mereka memiliki sejarah lama tentang hal ini, dan mereka mewarisi darah ini di Irak, dari generasi ke generasi. Kita menemukan bahwa alasan mengapa salah satu pendahulu lama mereka, yakni Abdurahman ibn Muljim, membunuh Khalifah Ali bin Abi Thalib, adalah sebagai mas kawin untuk seorang wanita dari kalangan Khawarij bernama Qattam. Ibnu Muljim menyukainya, jadi dia bertanya tentang mas kawinnya (mahar). Dan si Qattam ini meminta agar mas kawinnya adalah agar Ibnu Muljim membunuh Khalifah Ali bin Abi Thalib radhiyallaahu anhu.

Hal ini menjelaskan kepada kita realitas sifat-sifat dari Khawarij melalui lintasan sejarah dan keinginan mereka, serta bahwa mereka telah buta dari kebaikan dan dari mengikuti kebenaran. Sejarah juga menunjukkan bagaimana tingkah polah orang-orang liar ini dan hawa nafsu kebinatangan mereka yang lebih mendominasi dari pada kebaikan.

Pada saat ini, kita menemukan melalui realitas dan insiden bagaimana Daulah Baghdadiyah/ISIS kewalahan oleh hawa nafsu kebinatangan mereka sendiri, dan bagaimana mereka berusaha memuaskan nafsu kebinatangan ini dengan cara menutup-nutupinya dengan kebaikan serta tampilan yang mempesona. Lihatlah kehadiran pertama mereka di Suriah dan bagaimana mereka memanggil kaum perempuan dari luar negeri untuk meninggalkan rumah mereka dan negara mereka serta keluarga mereka untuk datang kepada mereka!

Serta bagaimana mereka mempermainkan ikatan perkawinan yang suci dan perceraian, Mereka bermain-main dengan ikatan pernikahan, dan banyak dari mereka yang menikah tanpa Wali yang berhak. Dan janganlah kita melupakan kata-kata Syaikh Abu Zubair Al-Asy’ari, semoga Allah menerima beliau, yang menjadi penentang paling sengit atas seruan ISIS ketika mereka membujuk kaum perempuan untuk bermigrasi ke wilayah mereka. Apakah ISIS ini termasuk jenis makhluk yang tidak tahu Ghirah (kecemburuan) dan kedewasaan? Apa kepentingan mereka ketika menyerukan kepada kaum perempuan untuk meninggalkan rumah dan anak-anak mereka, dalam rangka melakukan perjalanan menuju kepada ‘kekhalifahan’ mereka?

Masih ingat bukan, bagaimana ISIS mempublikasikan konflik pertamanya terhadap Mujahidin, dan bagaimana mereka bermain dengan isu perempuan (diperkosa) serta bagaimana mereka mengklaim sebagai penyelamat kaum perempuan yang tertindas. Mereka membuat pengikut mereka panik terhadap fraksi lain dan memprovokasi keinginan mereka untuk membunuhi anggota faksi lain serta menggunakan masalah ini untuk mendapatkan simpati dalam propaganda media mereka.

Dan sekarang, kita mengetahui bahwa dalam pertempuran mereka yang menargetkan Mujahidin serta merampas wilayah-wilayah yang telah dibebaskan, MEREKA MENGAMBIL PAKSA perempuan Muslim sebagai budak, sebagaimana yang diinginkan oleh pejuang dan para ahli hukum mereka. Dan ini sering terjadi.

Dan saya akan menyebutkan beberapa insiden yang berhasil kita rekam atas mereka, sebagaimana yang diakui sendiri oleh ISIS. Seperti kelakuan anggota ISIS yang melanggar kehormatan seorang Muslimah di Al-Mayadeen. Dan sebelumnya anggota ISIS juga melanggar kehormatan seorang anak gadis di Atma! Hanya kepada Allah kami meminta perlindungan dan keamanan.

Demikianlah, nafsu kebinatangan mereka telah membuat mereka melakukan tidak kejahatan. Mereka percaya bahwa faksi bersenjata dan Mujahidin di wilayah yang dibebaskan adalah murtad dan wanita mereka juga murtad! Nafsu kebinatangan mereka telah mempengaruhi penilaian mereka sehingga melihat semua perempuan Muslim di wilayah ini sebagai orang-orang murtad, dan mereka menyatakan bahwa mereka akan membawa para Muslimah ini sebagai budak. Dan hari ini, kita mendengarkan laporan saksi mata dari para Mujahidin di Reef Aleppo Utara dan bagaimana kelakuan ISIS yang mengambil para wanita sebagai budak.

Dan sebelum peristiwa ini, kita telah melihat bahwa Nafsu kebinatangan mereka telah mendorong mereka untuk mengambil perempuan Yazidi sebagai budak, tanpa menyadari aturan syar’i yang berlaku atas diri mereka dan konsekuensi (berupa kerusakan/mafaasid) yang ditimbulkan. Yang mengakibatkan pembalasan kaum Yazidi terhadap perempuan Sunni di Irak dan lain-lain.

Adapun cinta mereka untuk uang dan kekuasaan, maka dalam sengketa pertama mereka dengan Jabhat An-Nusra mereka menerbitkan Fatwa (vonis) setiap markas dan uang milik Jabhah Nushran (di Suriah) adalah milik mereka! Jadi mereka menyerang dan mengambil sejumlah pangkalan, sumber daya dan suplai logistik milik Jabhah Nushrah.

Dan orang-orang yang mengikuti sejarah pengumuman apa yang mereka sebut ‘Khilafah’, pasti mengetahui bahwa mereka mengatakan; “Jika Dr Ayman menjawab dan mengatakan bahwa kita harus meninggalkan Suriah dan kembali ke Irak, maka kita akan pergi.” Tetapi ketika jawabannya tidak sesuai dengan nafsu kebinatangan mereka, dalam hal ini kecintaaan mereka terhadap kekuasaan dan uang, mereka menolak untuk melakukannya dan mereka pun menikam Dr Ayman dari belakang (dengan memfitnah beliau).

Kami juga menemukan bahwa setiap orang tertindas yang tergabung ke dalam faksi bersenjata, pasti senjata mereka, atau markas mereka, atau sumber daya keuangan mereka telah dirampas oleh tangan ISIS. Dan setelah perampasan biadab itu, ISIS menjatuhkan vonis murtad pada faksi-faksi bersenjata ini. Dalam pertempuran pertama mereka menghadapi ISIS di Suriah Timur, ISIS telah merampas sebagian besar basis penting yang menyediakan sumber daya keuangan untuk faksi-faksi di wilayah itu.

Selanjutnya, ketika Jabhat An-Nusra berjuang melawan PKK, ISIS menikam dari belakang dengan merampas ladang gandum mereka, menduduki wilayah mereka, dan mengusir elemen Jabhat An-Nusra dari wilayah tersebut. Kenyataan pun menunjukkan bahwa ISIS lebih berfokus dalam pertempuran di wilayah yang memiliki ladang minyak atau perbatasan penyeberangan atau sejenisnya.
Bahkan dalam wilayah yang dikontrol ISIS, mereka tega mengenakan pajak pada masyarakat! Sebagian besar hukuman opsional (ta’zir) yang dikenakan ISIS di wilayahnya adalah hukuman denda atas sejumlah uang. Kita juga bisa kembali pada kesaksian hakim ISIS sebelum ini yang bernama Shu’ayb Al-Misri, ia mengatakan bahwa Al-Baghdadi tidak mencegah penjualan rokok di Atma karena merupakan perdagangan di seluruh dunia!

Demikianlah dorongan hawa nafsu kebinatangan dari ISIS untuk uang dan wanita mendominasi tindakan dan pikiran mereka. Mereka seperti binatang yang penuh nafsu. (arrahmah/adj)

Categories