Viva La Vida, Lagu Coldplay yang Disinyalir Anti Islam

MUSTANIR.netSalah satu lagu populer Coldplay yakni Viva La Vida disinyalir memiliki pesan rahasia anti Islam.

Konser Coldplay akan digelar di Jakarta pada 15 November 2023. Menjelang digelarnya konser tersebut, tembang-tembang populer Coldplay mulai menyeruak kembali.

Salah satu lagu populer milik Coldplay adalah Viva La Vida. Viva La Vida adalah salah satu lagu band rock alternatif Coldplay dalam album Vila Vida or Death and His Friends.

Single ini mula-mulanya dirilis pada tanggal 25 Mei 2008 di iTunes sebelum album Viva La Vida or Death and All His Friends yang dirilis pada Juni 2008. Lagu ini kemudian dipakai sebagai iklan untuk produk iPod dan iTunes dari Apple ketika Coldplay pertama kali menyanyikan lagu ini pada MTV Movie Awards 2008.

Dituding Sarat Kontroversi

Uniknya lagu Viva La Vida disinyalir memiliki pesan rahasia yang kontroversial. Tidak main-main, liirik lagu Viva La Vida disebut-sebut membawa pesan anti Islam. Benarkah?

“Coldplay punya lagu yang sarat konspirasi dan pesannya adalah anti islam,” tuding Ustadz Ridwan Kholid atau yang lebih dikenal sebagai Bang Shifrun lewat akun TikTok-nya @shifrun.

Menurut Bang Shifrun, lagu Viva La Vida berisi pesan kebanggaan atas pembantaian kepada umat Islam. Menurut pendakwah ini, lagu tersebut terinspirasi dari Perang Salib, Yerusalem dan Revolusi Prancis.

Sejumlah Bait Lirik Menyimpan Arti Simbol Tertentu

Benarkan lagu Coldplay Viva La Vida berisi pesan anti Islam? Berikut sejumlah potongan lirik Viva La Vida. Jika dicermati ada sejumlah bait yang diduga bisa diartikan sebagai simbol-simbol tertentu, antara lain:

1. Bait ‘Roman cavalry choirs are singing’ disinyalir merujuk pada gereja Katolik Roma yang mendukung raja.

2. Bait ‘Be my mirror, my sword and shield’ dinilai sebagai 3 bunga lili yang merupakan lambang kerajaan Prancis.

3. Bait ‘I know Saint Peter won’t call my name’ disinyalir merujuk pada Santo Petrus penjaga pintu surga menurut umat Kristen.

4. Bait ‘Revolutionaries wait for my head on a silver plate’ diduga merujuk pada tuntutan para revolusioner terkait kematian raja. []

Sumber: Wahyono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories