World Muslimah Award Bentuk Emansipasi Wanita Muslimah?

world-muslimah

World Muslimah Award Bentuk Emansipasi Wanita Muslimah?

Mustanir.com – Jumlah peserta ajang World Muslimah Awards (WMA) tahun 2015 terus bertambah. Tercatat hingga Kamis (17/12) kemarin, jumlah peserta yang terdaftar mencapai lebih dari 200 orang.

Eka Shanty, Founder & President World Muslimah Foundation mengatakan, mereka yang terdaftar berasal dari 17 negara seperti Iran, Mesir, Lebanon, USA, UK, Italia, Palestina, Turki, Israel, Tunisia, Australia serta Indonesia.

“Total dari country sebanyak 17 negara, kalau by numbers sekitar 200 lebih. Terbanyak memang dari Indonesia, kemudian kedua datang dari Egypt dan UK,” kata Eka kepada Republika.co.id.

Hal ini dikatakan Eka merupakan hal yang menggembirakan. Sebab peserta datang dari ragam negara dan cakupannya juga lebih luas. Ia optimistis target 30 negara dapat terpenuhi.

Lebih lanjut dikatakan Eka, tingginya antusiasme muslimah dari berbagai negara disebabkan sejumlah faktor. Selain nama World Muslimah Awards yang telah mendunia, juga film dokumenter dari WMA yang tayang di BBC World beberapa waktu lalu.

“Ada film dokumenter tentang WMA yang dibuat BBC tahun 2014 lalu, dan kemarin ditayangkan kembali secara global pada 6 Desember. Jadi salah satunya dampak dari itu,” ujarnya.

Para peserta juga disebut Eka datang dari latar belakang yang beragam.

“Makanya agak surprise, peserta banyak dari negara berkembang dan maju. Selain demand yang meningkat tajam, kualitas peserta juga bagus-bagus,” kata dia.

Ia mencontohkan peserta dari Houston, Amerika Serikat, yang merupakan seorang engineer di bidang minyak. Selain itu ada juga peserta yang berprofesi sebagai pelukis, pembuat film dan lainnya.

“Ini semakin menguatkan bahwa WMA mencari wanita muslimah yang inspiratif dan memiliki passion terhadap kepedulian serta memiliki kontribusi terhadap perdamaian, kemanusiaan, pendidikan, sains, politik, wirausaha sosial, olahraga, seni dan budaya,” kata dia. (rol/adj)

Komentar Mustanir.com

Cukup gembira dengan aktifnya para muslimah dalam mewarnai kehidupan dengan partisipasinya dalam berbagai bidang. Terlebih seorang muslimah yang berkualitas tidak dipungkiri adalah sebuah modal awal dari anak-anak muslim yang nantinya akan menjadi penerus tongkat estafet perjuangan Islam di kemudian hari.

Hanya persoalannya, tentu Idealisme yang dibentuk jangan sampai karena dorongan emansipasi atau kesetaraan gender. Karena dorongan-dorongan semacam itu bukanlah dorongan yang Syar’i. Jelas, dorongan yang Syar’i dalam setiap perhelatan acara dan kegiatan muslimah adalah karena bentuk dorongan dari upaya syiar dan dakwah Islam. Dan seorang Muslimah akan lebih mulia jika menjadikan dakwah sebagai acuan dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan.

Categories