Kepribadian Ganda Penganut Sekuler

MUSTANIR.net – Penganut sekularisme itu punya kepribadian ganda atau dalam istilah medis disebut dissociative identity disorder (gangguan identitas disosiatif). Orang dengan kepribadian ganda itu tidak normal. Itu indikasi kelainan jiwa. Agama bagi penganut ideologi ini hanya sebagai tempat numpang lewat.

Sebagai contoh saja Presiden Azerbaijan. Ketika di masa perang tidak sedikit tampil dengan identitas Islam. Sehingga ketika memenangi perang melawan Armenia, umat Islam banyak merayakan kemenangan itu sebagai bentuk solidaritas.

Faktor dukungan Turki tidak bisa dilepaskan dari anggapan bahwa perang melawan Armenia tidak saja untuk mengembalikan hak teritorial yang diklaim sepihak, tetapi juga kembalinya identitas negara dengan mayoritas Muslim.

Tetapi, apa yang terjadi?

Setelah perang usai yang ditandai pakta perdamaian dengan penandatanganan Deklarasi Bersama pada 8 Agustus 2025 di Gedung Putih, Washington DC—dengan mediasi oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump—identitas asli Ilham Aliyev sebagai penganut sekuler yang memusuhi agama kembali tampak di permukaan ketika menyusul keputusannya melarang mengenakan jilbab di sekolah dan institusi pendidikan.

Pola kepribadian ganda semacam inilah yang mengancam tegaknya moralitas dalam politik. Ini hanya sedikit contoh betapa kepribadian ganda yang dimainkan oleh penganut sekuler itu melahirkan masyarakat oportunis dan pragmatis tanpa nilai.

Alih-alih menjadikan agama sebagai identitas perilaku, justru agama dipakai sebagai mainan untuk kepentingan sesaat. Di Indonesia, perilaku politik ini bisa dibaca dalam konteks politik.

Ketika pemilu dimulai, mereka yang sekuler ini bergerilya dengan simbol-simbol Islam untuk mengemis suara. Tetapi begitu menang, mereka lupa terhadap identitas itu. Ketika menyusun kebijakan, ramai-ramai mereka mengeroyok Islam.

Lebih menyedihkan lagi ketika mereka kena OTT KPK sebagai tersangka kasus korupsi. Mendadak identitas itu dikenakan kembali. Memang agama hanya buat numpang sesaat untuk meraih kekuasaan dan dipakai membersihkan citra buruk ketika mereka terkena kasus.

Islam dipinjam hanya untuk numpang hidup saja. Ini realitas hari-hari yang bisa disaksikan dalam banyak pemberitaan.

Makanya, Anda bisa gila karena sekuler. Jadilah manusia seutuhnya. Kalau jadi Muslim, jadikan itu nilai yang menghiasi kehidupan. Tidak sekadar Anda pecian, sarungan, kokoan, tahlilan, dzikiran layaknya orang mabuk, lantas perilaku korup dan penyimpangan itu tidak ditanggalkan. []

Sumber: Muflihun Abdul Majid

About Author

Categories