Umat Terpecah, Musuh Datang dari Segala Arah
MUSTANIR.net – Di tengah kekhusyukan ibadah Ramadhan, tepatnya pada akhir Februari, Amerika Serikat bersama Zionis Israel melancarkan operasi militer ke Iran. Operasi militer gabungan ini dinamakan “Operation Lion’s Roar” dan “Operation Epic Fury”.
Lewat serangan udara, serangan ini menghancurkan sejumlah bangunan di Teheran dan menewaskan warga sipil, termasuk ratusan anak-anak sekolah dasar. Dalam serangan tersebut, pimpinan spiritual tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei turut tewas.
Serangan brutal secara besar-besaran juga dilancarkan oleh Israel ke Beirut, Lebanon. Zionis Yahudi juga menggunakan bom fosfor putih yang terlarang. Hampir 400 penduduk, termasuk anak-anak, tewas. Seribu lebih warga lain menjadi korban.
Kesombongan dan Kezaliman AS
Serangan AS bersama Zionis Israel memberikan sejumlah pelajaran.
• Pertama: AS ingin mengokohkan hegemoni mereka di kawasan Timur Tengah, terutama dalam melindungi anak tiri mereka, Zionis Israel.
Israel berkali-kali mengecam Iran karena merasa terusik dengan pengembangan teknologi nuklirnya. Mereka menuduh Iran akan mengembangkan persenjataan nuklir. AS pun merasa perlu mengeliminasi kekuatan negara atau pihak mana saja yang menjadi ancaman bagi sekutu terkuat mereka di Teluk, yakni Israel.
• Ke dua: AS ingin menegaskan dominasi kepemilikan persenjataan nuklir di dunia.
Itulah sebabnya negeri ini gencar mengkampanyekan pembatasan senjata nuklir. Alasannya, demi menjaga keseimbangan dan perdamaian dunia. Padahal tujuan AS sebenarnya adalah ingin menghilangkan ancaman nuklir dari negara-negara lain. Hanya AS dan sekutunya yang diizinkan memiliki persenjataan nuklir, termasuk Israel.
Sampai tahun 2025 jumlah rudal nuklir dan pangkalan nuklir milik Amerika Serikat di seluruh dunia sekitar 3.700 unit. Dari total 12.241 hulu ledak nuklir global, sekitar 9.614 unit merupakan hulu ledak yang aktif dan siap digunakan. Zionis Israel sendiri diperkirakan memiliki sekitar 90 hulu ledak nuklir dan persediaan plutonium sebanyak 980 kg, yang cukup untuk membuat 170 hingga 278 senjata nuklir.
• Ke tiga: Operasi militer ini juga sebagai tekanan AS terhadap Iran agar tetap berada di dalam orbit politik AS dan menjadi agennya.
Iran sendiri, meski di permukaan kerap menunjukkan sikap berseberangan dengan AS, sebenarnya selama bertahun-tahun sudah menjadi bagian dari satelit politik Amerika Serikat di Timur Tengah. Rezim Teheran berkali-kali membantu agenda politik dan operasi militer AS di kawasan tersebut.
Karena itu sesungguhnya penguasa Iran, bersama AS, berlumuran darah kaum Muslim di Timur Tengah seperti di Irak, Afganistan, Suriah, dll. AS membutuhkan Iran untuk menjaga konfigurasi politik di Timur Tengah. Sebaliknya, Iran mendapat keuntungan dengan mengamankan kepentingan nasionalnya di Teluk.
Karena itu alasan ancaman nuklir Iran sesungguhnya mengada-ada. Sebabnya, pada tahun 2015, Obama mengikat perjanjian dengan partisipasi negara-negara Eropa untuk mengizinkan Iran melakukan pengayaan (pemurnian) nuklir hingga batas pengayaan 3,67%. Akan tetapi, ketika AS membaca bahwa rezim Iran berusaha keluar dari orbit politik mereka, maka tekanan dan operasi militer pun dilancarkan.
Iran dan para penguasa Muslim menutup mata, bahwa sekutu sejati AS hanyalah Zionis Israel. Apa pun akan AS lakukan untuk membela anak tirinya tersebut, termasuk dengan menyerang sekutu mereka sendiri, seperti Iran. Juga dengan menyerang dan menjungkalkan para penguasa Muslim sekutu mereka. Padahal Allah SWT telah memperingatkan:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَتَّخِذُوا۟ ٱلْيَهُودَ وَٱلنَّصَٰرَىٰٓ أَوْلِيَآءَ، بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۚ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُۥ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّٰلِمِينَ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menjadikan kaum Yahudi dan Nasrani menjadi para pemimpin kalian. Sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Siapa saja di antara kalian menjadikan mereka sebagai pemimpin, sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang zalim (TQS al-Maidah [5]: 51).
Pelajaran Penting
Serangan AS dan Israel ini harusnya membuka mata kaum Muslim betapa rapuhnya kita hari ini. Tak ada satu pun yang melindungi umat dan negeri Muslim dari kejahatan negara-negara Barat. Satu-persatu negeri Muslim dihancurkan tanpa ada perlawanan dan perlindungan. Inilah refleksi keadaan yang sudah diperingatkan Rasulullah saw.:
“يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا.” فَقَالَ قَائِلٌ: “وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ؟” قَالَ: “بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ، وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمْ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ، وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ.” فَقَالَ قَائِلٌ: “يَا رَسُولَ اللَّه،ِ وَمَا الْوَهْنُ؟” قَالَ: “حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ.”
“Hampir saja bangsa-bangsa (kafir) saling mengajak untuk memerangi kalian, sebagaimana orang-orang yang akan makan saling mengajak menuju piring besar mereka.” Seorang Sahabat bertanya, “Apakah disebabkan dari sedikitnya kita pada hari itu?”
Beliau menjawab, “Tidak. Bahkan pada hari itu kalian banyak, tetapi kalian seperti buih di lautan. Allah menghilangkan rasa gentar dari dada musuh terhadap kalian. Allah menimpakan wahn (kelemahan) di dalam hati kalian.” Seorang Sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah wahn itu?” Beliau menjawab, “Cinta dunia dan takut mati.” (HR Abu Dawud)
Hari ini jumlah umat Muslim lebih dari dua miliar jiwa. Akan tetapi, Nabi saw. menggambarkan kita seperti buih di lautan. Banyak, tetapi lemah. Di antara penyebabnya, beliau sebutkan, karena umat dibelit penyakit al-wahn: cinta dunia dan takut mati.
Penyakit ini terutama berjangkit di kalangan para penguasa negeri-negeri Muslim. Mereka menjadi pengecut di hadapan kaum kafir imperialis karena takut kehilangan jabatan dan kekuasaan. Mereka malah memilih bersekutu dengan Israel dan menjadi kacung AS serta kafir penjajah lainnya. Padahal Allah SWT telah menegaskan keharaman ini:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَتَّخِذُوا۟ بِطَانَةً مِّن دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menjadikan orang-orang di luar kalangan kalian sebagai teman kepercayaan kalian, karena mereka tidak henti-hentinya menimbulkan kemadaratan bagi kalian (TQS Ali Imran [3]: 118).
Serangan ini juga seharusnya menjadi alarm keras bahwa Board of Peace yang disusun Donald Trump hanyalah omong-kosong dan batil. Tak ada perdamaian, kecuali sesuai dengan selera para penjajah.
Siapa pun yang akalnya masih sehat paham, bahwa yang dijamin keamanan dan perdamaiannya adalah Israel dan kepentingan AS. Bukan Palestina dan Gaza. Hanya mereka yang mati hatinya yang ngotot bertahan di BoP dan mau berkali-kali ditipu oleh AS dan Zionis Yahudi. Padahal Nabi saw. bersabda:
لاَ يُلْدَغُ الْمُؤْمِنُ مِنْ جُحْرٍ وَاحِدٍ مَرَّتَيْنِ
Seorang Mukmin tidak akan dipatuk ular dua kali dari lubang yang sama (HR al-Bukhari).
Pentingnya Persatuan Umat dan Khilafah
Umat tidak boleh mengharapkan solusi kepada siapa pun di luar Islam. Tidak pada PBB ataupun BoP. Hanya dua hal yang dapat melindungi umat ini:
Pertama, persatuan umat Muslim sedunia. Ini adalah kewajiban syar’i. Kaum Muslim harus bersatu dan saling melindungi. Nabi saw. telah berpesan:
الْمُسْلِمُ أَخُوالْمُسْلِمِ، لَا يَظْلِمُهُ، وَلاَ يُسْلِمُهُ. وَمَنْ كَانَ فِى حَاجَةِ أَخِيهِ، كَانَ اللهُ فِى حَاجَتِهِ. وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً، فَرَّجَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ اْلقِيَامَةِ. وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا، سَتَرَهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.
Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Dia tidak menzalimi dan tidak membiarkan saudaranya dianiaya orang lain. Siapa saja yang memenuhi hajat saudaranya, Allah akan memenuhi hajatnya. Siapa saja yang melapangkan kesusahan seorang Muslim, Allah akan melapangkan kesukarannya pada Hari Kiamat. Siapa saja yang menutupi aib seorang Muslim, Allah akan menutupi aibnya pada Hari Kiamat (HR Muttafaq ‘alayh).
Persatuan umat Muslim akan menciptakan kekuatan besar yang dapat menandingi bahkan melampaui negara-negara besar. Umat akan memiliki kekuatan militer raksasa serta pengaruh geopolitik yang luar biasa. Letak negeri Muslim yang strategis secara geopolitik seperti Selat Hormuz, Terusan Suez dan Selat Malaka dapat dimainkan untuk menekan dunia agar tunduk kepada umat ini.
Akan tetapi, persatuan ini tidak mungkin terwujud tanpa tegaknya Khilafah Islamiyah. Hanya institusi Khilafah yang dapat menyatukan seluruh wilayah Islam di dunia. Khilafah juga yang sanggup melindungi seluruh negeri Muslim.
Demikian sebagaimana dulu tindakan Khalifah Abu Bakar ash-shiddiq menjaga kaum Muslim dari gerakan orang-orang murtad, para pengikut nabi palsu dan ancaman Romawi. Beliau sanggup menghancurkan ancaman-ancaman tersebut. Demikian pula Khalifah Harun ar-Rasyid, yang sanggup melindungi wilayah Islam dari ancaman Raja Nikephoros I (Naqfur), Romawi.
Wahai kaum Muslim! Apakah belum jelas solusi atas keadaan kita sekarang ini? Kita wajib bersatu dalam ukhuwah islamiyah di bawah panji kepemimpinan Islam global (Khilafah).
Hari ini tidak ada satu pun solusi yang masuk akal dan sesuai dengan hukum Islam untuk menyelesaikan serangan demi serangan negara-negara kafir terhadap kaum Muslim. Lalu mengapa kita masih tidak mau bergerak untuk menyatukan diri dan bersegera menegakkan kembali Khilafah Islamiyah?! []
Sumber: Buletin Kaffah Edisi 436
