Paris Membara: Buah Busuk Kapitalisme dan Pengabaian Hak Rakyat!

MUSTANIR.net – Tengoklah apa yang sedang terjadi di jantung Eropa. Sabtu, 17 Oktober 2026, Alun-alun Place de la République di Paris berubah menjadi lautan manusia. Ratusan ribu massa mulai dari pelajar, guru, serikat pekerja, hingga gerakan Yellow Vests turun ke jalan dalam sebuah aksi protes besar-besaran.

Mengapa rakyat Prancis begitu marah?

Semua ini bermula dari jeritan para pelajar yang hak-hak pendidikannya dikebiri. Anggaran pendidikan dipotong, sekolah-sekolah kekurangan guru, dan fasilitas belajar makin memburuk. Tak butuh waktu lama, riak kecil ini bergulir menjadi gelombang perlawanan raksasa yang menyuarakan bobroknya layanan publik serta kian mencekiknya biaya hidup sehari-hari.

Inilah potret nyata dan konkret dari kegagalan sistem sekuler-kapitalisme!

Sistem yang hari ini mencengkeram dunia terbukti gagal total dalam meriayah (mengurus) urusan rakyatnya. Ketika negara memperlakukan pendidikan dan layanan publik layaknya komoditas bisnis, maka rakyat kecil yang selalu menjadi korbannya. Negara abai, sementara beban hidup rakyat kian hari kian berat dan tak tertahankan.

Di sinilah urgensi umat manusia untuk melihat kembali pada Islam.

Islam memandang pendidikan, kesehatan, dan keamanan bukan sebagai beban anggaran, melainkan hak dasar publik yang wajib dipenuhi oleh negara secara mutlak dan gratis bagi seluruh warga negara. Seorang pemimpin dalam Islam adalah ra’in (pengurus) yang akan dimintai pertanggungjawaban atas setiap helai urusan rakyatnya, bukan korporat yang berhitung untung-rugi.

Sampai kapan dunia mau bertahan dalam cengkeraman sistem yang merusak ini? Sudah saatnya umat manusia mencampakkan ideologi kapitalisme global dan kembali pada aturan Pencipta yang membawa rahmat bagi semesta alam. []

Sumber: Natsya

About Author

Categories