
Aynal Muslimun
MUSTANIR.net – Di manakah kaum muslimin?
Pembantaian terhadap kaum muslimin Palestina sudah 1 tahun yang dilakukan Zionis Israel. Pembataian sampai saat ini belum juga berakhir.
Lalu di mana kaum muslimin? Bukankah kaum muslimin bersaudara?
Kaum muslimin yang jumlahnya banyak di dunia tidak bisa berbuat apa-apa. Pemimpin-pemimpin di negeri muslimin hanya mengecam yang tidak ada artinya. Mereka tidak berani mengirimkan pasukannya untuk melawan Zionis Israel.
Setelah runtuhnya khilafah, kaum muslimin dipecah menjadi lebih dari 40 negara oleh penjajah. Mereka lebih sibuk mengurus negaranya karena memiliki bendera masing-masing.
Perintah Allah untuk saling membantu antara muslim tidak ada artinya. Karena mereka diikat dengan ikatan nasionalisme yang mempertahankan negaranya masing-masing.
Inilah yang melemahkan kaum muslimin. Adanya sekat nasionalisme justru melemahkan.
Maka kaum muslimin harus sadar akan kerusakan di balik nasionalisme. Pembantaian kaum muslimin Palestina oleh Zionis Israel karena kaum muslimin tidak memiliki junnah atau pelindung. Pemimpin negaranya hanya menjadi budak negara Barat, pemimpin boneka yang cinta dunia dan takut mati. Sehingga mereka mengorbankan rakyatnya demi dunia.
Inilah bahayanya jika sebuah negeri diatur dengan pemikiran demokrasi, kapitalisme, yang bisa dibilang berpaham nasionalisme. Maka dari itu kaum muslimin harus sadar bahwa yang membuat kaum muslimin lemah karena ada pemikiran Barat demokrasi, kapitalisme, sekuler, yang menancap dalam hati kaum muslimin.
Maka darah kaum muslimin Palestina tidak bisa diberhentikan tanpa adanya khilafah. Karena khilafah yang akan mengusir penjajah dan genosida yang dilakukan Zionis Israel. Maka kaum muslimin harus bersatu dalam naungan khilafah, karena 1.300 tahun kaum muslimin hidup di bawah naungan khilafah yang memberikan hak-hak, dan junnah terhadap kekerasan musuh-musuh Islam. []
Sumber: Abi Ali al-Watsiq
