Dakwah Harus Berpegang Teguh Pada Pemikiran Islam

MUSTANIR.net – Tayangan di kanal Muslimah Media Center (MMC) berjudul, ‘Dakwah Tidak Menunggu Realita Berpihak’ (22/10) menegaskan bahwa dakwah tidak boleh tunduk pada realitas, melainkan harus berpegang teguh pada pemikiran Islam dan berjuang mengubah realitas tersebut. MMC menjelaskan, keteguhan Rasulullah ﷺ dalam berdakwah menjadi teladan bagi para pengemban dakwah untuk menjaga kejernihan pemikiran Islam.

“Rasulullah tidak menyisakan satu pun keraguan terhadap pemikiran Islam yang beliau emban dan tidak membiarkan pemikiran itu tercampur oleh realitas yang bisa memengaruhi beliau. Justru Rasulullah dan para sahabat bekerja keras mengubah realitas itu sendiri dan tidak tunduk pada realitas tersebut,” ungkapnya.

MMC menjelaskan bahwa Rasulullah ﷺ tidak gentar menghadapi kesyirikan yang mengakar di Makkah. Beliau tidak memperhitungkan adat istiadat kaumnya, tidak mempertanyakan apakah manusia akan menerima atau menolak dakwah, dan tidak sedikit pun bermanis muka kepada para penguasa meskipun penentangan terhadap beliau begitu keras.

“Yang Rasulullah ﷺ serukan adalah kalimat Laa ilaaha illallah, inti Islam secara utuh sekaligus penolakan total terhadap akidah ataupun aturan selain Islam,” tegas MMC.

Menurut MMC, prinsip tersebut menjadi alasan Abu Jahal dan para pembesar Quraisy menolak dakwah Rasulullah ﷺ. Meskipun demikian, Rasulullah tetap teguh pada prinsip Islam dan terus menyampaikan risalahnya kepada seluruh manusia.

“Aktivitas dakwah tetap beliau tujukan kepada seluruh manusia, baik yang berkulit putih maupun yang berkulit hitam, baik itu hamba sahaya maupun orang yang merdeka, baik mereka kaya maupun miskin, baik mereka dari kalangan Arab maupun non-Arab, baik mereka penyembah berhala maupun ahli kitab. Beliau mendatangi mereka satu per satu dan memperjuangkannya sampai risalah ini berhasil,” papar MMC.

Dalam menjalankan dakwah, lanjutnya, Rasulullah ﷺ juga menyebut kebatilan tuhan-tuhan yang disembah kaum Quraisy. Sikap tersebut memicu permusuhan dan penentangan dari mereka. Bahkan, kaum Quraisy menawarkan kompromi agar Rasulullah ﷺ bersikap lunak terhadap mereka.

“Kaum Quraisy menawarkan kompromi dengan mengatakan, ‘Biarkanlah kami, maka kami pun akan membiarkanmu.’ Mereka ingin Rasulullah ﷺ bersikap lunak terhadap mereka dan balasannya adalah mereka juga melunak. Tetapi Rasulullah menolaknya dan tetap melakukan aktivitas dakwah sebagaimana harusnya,” jelas MMC.

MMC menambahkan, Rasulullah ﷺ memilih bersabar menghadapi penolakan kaum Quraisy, termasuk siksaan yang menimpa para sahabat dan kaum mukmin lainnya. Kesabaran tersebut menunjukkan keyakinan Rasulullah ﷺ yang tidak tergoyahkan bahwa dakwah yang beliau emban merupakan dakwah yang haq.

“Wahai para pengemban dakwah, bertawakallah kepada Allah ﷻ, mintalah pertolongan-Nya, tetaplah menjaga kejernihan pemikiran dan kecemerlangan pemahaman Islam kita. Teguhlah di jalan dakwah dan luruskan setiap langkah dan perilaku kita,” seru MMC.

MMC menegaskan bahwa kemenangan berupa tegaknya hukum-hukum Allah merupakan taufik dari Allah ﷻ. Oleh karena itu, para pengemban dakwah hendaknya bersungguh-sungguh menempuh jalan dakwah dan senantiasa mengharapkan pertolongan-Nya.

“Kemenangan berupa tegaknya hukum-hukum Allah adalah taufik dari Allah, dan siapa saja yang bersungguh-sungguh menempuh jalan ini, insya Allah kita akan sampai pada pertolongan-Nya, dan kita akan menjadi orang-orang yang menolong agama-Nya,” pungkasnya. []

Sumber: Nabila Zidane

About Author

Categories