Buzzer Tidak Masuk Surga

MUSTANIR.net – ا تدون ما القصه? نقل الحديث من بعض الناس الى بعض ليفسدوا بينهم

Dari Anas, Rasulullah ﷺ bersabda, “Tahukah kamu apa itu ghash? Ghash adalah menyebarkan perkataan dari satu manusia kepada manusia lainnya untuk menciptakan kerusakan di antara mereka.” (HR Bukhari)

Mengadu domba adalah haram berdasarkan ijmak kaum muslimin. Banyak sekali dalil dari al-Quran dan sunnah terkait hal ini. Allah berfirman,

“Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina. Yang banyak mencela. Yang kian ke mari menghampiri fitnah.” (QS al-Qolam: 10-11)

Menjadi buzzer juga haram karena ia termasuk perbuatan untuk menciptakan adu domba dan permusuhan. Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba.” (HR Bukhari)

Adu domba akan mengakibatkan siksa di dalam kubur. Dari Ibnu ‘Abbas raḍiyallāhu ‘anhuma, ia berkata bahwa Nabi ﷺ pernah melewati salah satu sudut kota Madinah atau Makkah, lalu beliau mendengar suara dua orang yang sedang diazab di kubur. Beliau pun bersabda,

يُعَذَّبَانِ، وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ، بَلَى، كَانَ أَحَدُهُمَا لاَ يَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ، وَكَانَ الآخَرُ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ

“Mereka berdua disiksa. Mereka menganggap bahwa itu bukan perkara besar, namun sesungguhnya itu perkara besar. Orang yang pertama disiksa karena tidak menutupi diri ketika kencing. Ada pun orang yang ke dua disiksa karena suka mengadu domba (namimah).” (HR Bukhari dan Muslim)

Al-Ghazali menuturkan bahwa orang yang diberitahu perkataan orang lain terkait dirinya, harus melakukan 6 hal;

1. Tidak percaya pada orang yang menyampaikan berita tersebut, jika ia terkenal sebagai orang yang suka mengadu domba.
2. Melarang yang bersangkutan melakukan hal tersebut, menasihatinya dan menyampaikan kepadanya bahwa tindakan itu buruk.
3. Membenci yang bersangkutan karena Allah, karena orang seperti itu dibenci di sisi Allah, dan membenci karena Allah wajib hukumnya.
4. Tidak menduga keburukan pada orang yang dibicarakan berdasarkan firman Allah: “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purbasangka (kecurigaan), karena sebagian dari purbasangka itu dosa.” (QS al-Hujurat: 12)
5. Pemberitaan yang disampaikan tidak mendorong untuk mencari kesalahan dan memeriksa kebenaran berita tersebut. Allah berfirman, “Dan janganlah mencari-cari keburukan orang.” (QS al-Hujurat: 12)
6. Tidak menerima larangan yang disampaikan seseorang yang mengadu domba agar tidak menyebarkan pemberitaan yang ia sampaikan.

Suatu hari ada yang melaporkan sesuatu kepada Umar bin Abdul Aziz tentang seseorang. Lalu Umar berkata,

“Hai kamu, kalau kau mau, kami akan mengecek persoalanmu. Jika kau benar, berarti kau termasuk golongan orang yang tertera dalam ayat ini: “Jika datang kepadamu orang fasiq membawa berita, maka periksalah dengan teliti.” (QS al-Hujurat: 6)

Dan jika engkau berdusta, kau termasuk golongan yang tertera dalam ayat ini: “Yang banyak mencela, yang kian ke mari menghampiri fitnah.” (QS al-Qolam: 10-11) []

Sumber: Faisal Kunhi

About Author

Categories