Ketika Elon Musk Membahas Khilāfah pada KTT Pemerintahan Dunia

MUSTANIR.net – Kalau kita bicara soal khilāfah, pasti ada yang pro-kontra terkait dengan masalah ini. Terlebih jika orang tersebut di hatinya memang ada rasa ketidaksukaan dengan kata “khilāfah”, pasti dia akan mencari-cari alasan atau dalih untuk menolaknya.

Jangan sampai kita menjadi bagian orang-orang yang dengan terang-terangan menolak khilāfah bahkan menyamakannya dengan ISIS, dan lebih memilih Piagam PBB daripada ajaran yang diturunkan oleh Allāh dan rasul-Nya.

Di luar itu semua, apa jadinya jika ada seorang ateis bernama Elon Musk justru membahas soal khilāfah ini. Dia mengatakannya di hadapan ribuan undangan dalam agenda yang besar.

Agenda yang tak main-main, yakni konferensi pemimpin negara-negara pemerintahan dunia atau KTT Pemerintahan Dunia, dengan tema ‘Membentuk Pemerintah-pemerintah Masa Depan’ yang diselenggarakan di Dubai, Uni Emirat Arab, pada 13 dan 14 Februari 2023.

Ia mengatakan bahwa “Jika Anda melihat naik turunnya peradaban sepanjang sejarah, peradaban telah bangkit dan jatuh, tetapi itu tidak berarti malapetaka umat manusia secara keseluruhan. Karena mereka telah diberikan semua peradaban terpisah yang dipisahkan oleh jarak yang sangat jauh.”

Musk juga mencontohkan terkait sejarah jatuhnya Roma, sementara umat Islām bangkit dengan kekhilāfahannya sebagai contoh peradaban yang menghasilkan pelestarian pengetahuan dan kemajuan ilmiah.

“Ketika Roma runtuh, Islām bangkit. Anda memiliki kekhilāfahan yang baik, sementara Roma buruk. Dan itu akhirnya menjadi sumber pelestarian pengetahuan dan banyak kemajuan ilmiah,” katanya dikutip dari foxbusiness.com.

CEO Tesla ini berani mengatakan kata “khilāfah” di hadapan ribuan undangan dari berbagai negara tersebut bahkan memuji kemajuan peradaban ketika khilāfah tegak pada masa lalu.

Dari sini kita sebagai muslim seharusnya malu, seorang ateis saja memuji kemajuan peradaban Islām. Kenapa malah ada dari segolongan kita justru enggan serta mengadang orang yang memperjuangkannya, mempersekusi orang yang mendakwahkannya, dan juga menolaknya dengan alasan takut negaranya nanti berperang, terpecah belah, atau alasan yang konyol lainnya?

Ini justru menampakkan kejumudan kita, dan kelemahan kita. Kalau kita tidak percaya diri dengan ajaran agama kita, berarti memang perlu dibenahi iman kita agar bisa kembali lagi ke jalan yang lurus.

Sebagai muslim, kita harus bangga dengan agama kita dan seluruh ajaran yang diwariskan oleh nabi kita. Kita juga harus berani dan lantang menyuarakan kebenaran Islām kepada segenap umat agar tercipta kehidupan yang berkah dan menjunjung tinggi kemuliaan Islām.

Semoga kita menjadi bagian kaum muslim yang percaya diri dan bangga terhadap syariat yang diturunkan oleh Allāh subḥānahu wa taʿālā, dan tentu mau untuk mengaplikasikannya ke dalam kehidupan kita.

Wallāhu ʾaʿlam. []

Sumber: Gesang Ginanjar Raharjo

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories