discoveryourindonesia.com

Kapan Keadaan Akan Kembali Normal?

MUSTANIR.net – Sejak diumumkan adanya kasus corona di Indonesia, 2 Maret tahun 2020, sudah banyak orang yang menduga kita akan mengalami perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari.

Jika mengikuti apa yang dilakukan oleh pemerintah di Cina, Korsel, Jepang Italia, dll. maka akan ada kemungkinan lockdown. Namun pemerintah memilih Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pilihan ini lebih lunak daripada lockdown dan telah dimulai di DKI disusul oleh Bekasi, Bogor, Tangerang. Bahkan di kota-kota lain juga sudah dijalankan pembatasan sosial ini dengan cara masing-masing.

Penduduk Jakarta telah menjalani sekitar 3 minggu anjuran tinggal di rumah. Penduduk yang semula sibuk, mengalami macet di jalan raya, berangkat pagi dan pulang malam, sekarang boleh bekerja dari rumah. Anak-anak juga belajar dari rumah bahkan beribadah pun dari rumah.

Semula tinggal di rumah terasa libur namun kemudian sudah mulai banyak yang merindukan masa normal sebelum ada wabah Covid-19 ini. Kapan kita akan kembali menikmati kedaan normal dan Indonesia akan kembali ke rutinitas sebelum Covid-19?

Sambil banyak yang mereka-reka, ternyata ada suatu pendapat yang patut kita renungkan. Pendapat ini mengatakan kita tidak akan pernah sepenuhnya kembali lagi ke kedaan sebelum Covid-19. Jakarta sesudah Covid-19 akan berbeda dengan Jakarta sebelum Covid-19. Begitu pula Indonesia.

Mengapa demikian?

Virus corona ternyata telah mengajarkan kita bahkan memaksa kita untuk mengubah kehidupan. Jika semula kita bekerja di kantor, sekarang harus kerja dari rumah. Jika semula melayani pembeli di toko, sekarang berdagang online, toko selain toko makanan dan obat umumnya tutup. Kita dipaksa untuk menjalani kebiasaan baru dalam 3 minggu ini dan agaknya masih akan lama paksaan tersebut dilepaskan.

Jangan lupa, virus corona juga mengajarkan kita pada kesadaran baru. Kesadaran bahwa kesehatan tersebut penting. Tak ada artinya pangkat, gelar, dan kekayaan jika kita tidak sehat. Kita dipaksa untuk cuci tangan dan memakai masker. Paksaan dan ajaran tersebut sebagian akan kita teruskan pasca Covid-19.

Corona mungkin dapat diatasi namun pentingnya kesehatan masih akan tertinggal di benak kita. Corona sudah pergi tapi kebiasaan meeting dengan Zoom atau media lain mungkin akan tetap diteruskan karena murah, mudah dan sederhana.

Banyak kebiasaan baru dan kesadaran baru yang timbul dalam era wabah corona. Mereka yang pikirannya terbuka dan punya inovasi akan mendapat manfaat yang besar karena mereka akan melihat berbagai peluang. Mereka mungkin akan memulai bisnis baru atau mengembangkan bisnisnya dengan cara baru.

Tak banyak lagi dokter yang mau ikut kongres internasional dengan membayar tiket pesawat dan hotel yang mahal, apalagi biaya kepesertaannya juga mahal sekali. Cukup ikut video conference atau live streaming, pertemuan bertaraf internasional. Sebagian orang menyadari pentingnya uang kontan. Mereka yang memerlukan uang kontan pada masa wabah korona kesulitan untuk menjual aset-asetnya, karena semua orang berusaha untuk menyimpan uang kontan.

Jadi, kita perlu menyadari masa pasca Covid akan berbeda dengan masa sebelum Covid. Hanya mereka yang pandai mengambil hikmah dan pelajaran dari masa wabah Covid ini yang akan dapat mengambil manfaat dan keuntungan. Mereka yang berharap keadaan akan seluruhnya kembali seperti dulu akan kecewa. Manusia pada umumnya adalah makhluk pembelajar. Mereka akan belajar dari wabah Covid dan akan berubah. []

Sumber: Samsuridjal Djauzi

Categories