
Saudi-Pakistan-Turki adalah Aliansi Batil Karena Tidak Dibangun di Atas Asas Akidah Islam
MUSTANIR.net – Potensial Dimanfaatkan Amerika untuk Adu Domba Umat Islam
Arab Saudi, Pakistan, dan Turki resmi meneken Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah pada Jumat, 7 Agustus 2026. Pakta ini mengadopsi ketentuan Pasal 5 NATO, yang mengatur bahwa serangan terhadap satu negara dianggap sebagai serangan bagi ketiganya.
Pakta Pertahanan Makkah Ditandatangani oleh Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan, dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif di Makkah. Pakta ini, diklaim bersifat defensif untuk memperkuat pencegahan kolektif di tengah ketegangan regional dan krisis Teluk.
Secara asas, pakta ini dibentuk berdasarkan asas nasionalisme kebangsaan yang diharamkan dalam Islam. Dalam Islam, sentimen kebangsaan disebut dengan ta’ashub. Perilaku ashobiyyah yang melandaskan kebangsaan dan pembelaan atas sentimen kesukuan dan kebangsaan diharamkan dalam Islam.
Sementara itu, nasionalisme itu sendiri adalah racun yang disuntikkan oleh Barat kepada umat Islam agar terpecah belah. Inggris yang menginjeksi nasionalisme Arab agar memisahkan diri dari kekhilafahan Islam yang kala itu berpusat di Turki.
Pada saat yang sama, Inggris juga menginfeksi Turki agar melepaskan ikatan kekhilafahan Islam dan berganti dengan nasionalisme Turki modern, yang dijalankan oleh Mustafa Kemal laknatullah.
Rezim bani Sa’ud didukung penuh oleh Inggris untuk memisahkan diri dari kekhilafahan Islam di Turki. Inggrislah yang menyokong penuh bughot (separatisme) Arab Saudi bersama sekte Wahabi (Abdul Wahab) sehingga berpisah dari kekhilafahan Islam yang berpusat di Turki dengan mendirikan kerajaan Arab Saudi.
Inggris pula yang mendukung Mustafa Kemal laknatullah untuk meruntuhkan negara milik kaum Muslimin di Turki melalui Mustafa Kemal laknatullah. Kaum Muslimin harus menyimpan dendam pada Inggris, karena Inggrislah yang mengobrak abrik khilafah, rumah besar umat Islam.
Kembali ke bahasan Pakta Pertahanan tripartit (Arab Saudi, Turki, dan Pakistan). Pakta ini selain asasnya batil, dasar pembelaan yang mengadopsi Pasal 5 NATO juga batil. Bahkan, pakta ini bisa menjadi senjata baru Amerika dan Israel untuk mengadu domba umat Islam di kawasan.
Karena substansi pakta ini adalah pembelaan yang membabi buta. Setiap serangan terhadap anggota, juga serangan bagi anggota lainnya, sehingga menjadi dasar untuk melakukan pengeroyokan ramai-ramai tanpa melihat siapa yang salah.
Misalnya saja Arab Saudi, yang membela Amerika, menyediakan pangkalan militer untuk Amerika yang digunakan untuk menyerang Iran. Lalu, Iran menyerang balik pangkalan Amerika yang ada di Arab Saudi.
Bisa saja Saudi mengklaim itu sebagai pelanggaran kedaulatan. Berdasarkan pakta tripartit ini, Saudi bersama Turki dan Pakistan mengeroyok Iran. Dalihnya, Iran menyerang wilayah Saudi. Tidak melihat akar masalah, adanya pangkalan militer Amerika di tanah Saudi yang digunakan untuk menyerang Iran dan Palestina.
Atau misalnya Arab Saudi menyerang Yaman dengan dalih Syi’ah. Lalu otoritas Yaman menyerang balik Saudi.
Berdasarkan pakta tripartit ini, Saudi bersama Turki dan Pakistan mengeroyok Yaman. Dalihnya, Yaman menyerang wilayah Saudi. Tidak melihat akar masalah, adanya serangan Saudi terhadap Yaman berdalih Syi’ah.
Arab Saudi sendiri, kebijakan luar negerinya taklid buta pada Amerika. Amerika, bisa perintahkan Saudi menyerang Iran dan Yaman. Dampaknya, berdasarkan Pakta Makkah, Turki dan Pakistan ikut terlibat dalam perang.
Selanjutnya, Amerika bisa ongkang kaki melihat kaum Muslimin saling berperang dan menumpahkan darah. Setelah kaum Muslimin lelah, Amerika datang sebagai pahlawan. Amerika datang berdalih menjaga keamanan, dan mengambil minyak dari tanah kaum Muslimin secara gratis.
Semestinya seluruh kawasan Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, dibersihkan dari kepentingan Amerika. Seluruh pangkalan militer Amerika di Saudi Arabia, Qatar, Kuwait, UEA, Irak, Lebanon, Yordan, dihapuskan. Karena Amerika adalan negara yang berstatus darul harbi (muhariban fi’lan) yang de facto memerangi kaum Muslimin. Harusnya Amerika diusir, bukan malah diberi karpet merah dan diberi wilayah untuk membangun pangkalan militer. []
Sumber: AK Channel
