Karena Nasionalisme, Kita Tak Berdaya

MUSTANIR.net – Masalah (qadhiyyah) Palestina adalah masalah kita, umat Islam. Bukan hanya masalah bangsa Arab.

Akar masalah Palestina adalah karena penjajahan dan pendudukan Israel.

Solusi masalah Palestina adalah jihad untuk mengusir penjajah.

Kewajiban jihad bukan hanya bagi penduduk Palestina, tetapi juga bagi kaum muslimin di negeri-negeri Arab, bahkan di belahan dunia lainnya.

Hal paling efektif dalam berperang mengusir penjajah adalah dengan memobilisasi pasukan dari negeri-negeri Islam, khususnya negeri Arab.

Pergerakan tentara dari negeri-negeri Arab sulit dilakukan karena para penguasanya tunduk pada Barat, khususnya AS.

Pergerakan pasukan dari negeri-negeri Islam terhalang dengan nasionalisme dan batas negara bangsa (nation state).

Pergerakan pasukan melalui pintu Rafah juga terhalang oleh berbagai perjanjian seperti Camp David. Camp David sebenarnya pengkhianatan. Ditembaknya Anwar Sadat oleh tentaranya sendiri adalah wujud kekecewaan.

Muncul anggapan bahwa berbagai perjanjian (mu’ahadah) tidak boleh dilanggar karena telah disepakati oleh negara yang legal secara syar’i. Anggapan tersebut problematik karena berangkat dari bingkai negara bangsa, dan tidak memiliki landasan syar’i sama sekali.

Kekuatan global (AS dan Eropa) yang melindungi Israel harus dilawan dengan kekuatan global lagi.

Khilafah Islam akan menjadi kekuatan politik global, memobilisasi jihad besar, dan mempersatukan semua potensi umat Islam dalam satu kepemimpinan.

Singkatnya, dengan adanya nation state dan nasionalismenya, umat Islam hanya menjadi penonton ketika saudaranya sedang dibantai. Tentara Mesir yang disebut-sebut di antara tentara terbaik hanya bersiaga di Sinai tidak kunjung bergerak membantu mujahidin Palestina. []

Sumber: Ust. Yuana Ryan Tresna, M.Ag

About Author

Categories