Kaum Muslimin Kehilangan Ulama Besar

CL7zaKCUwAAhurv

Kaum Muslimin Kehilangan Ulama Besar

Mustanir.com – Dunia Islam kembali ditinggal sosok ulama panutan. Adalah Profesor Doktor Wahbah Zuhaili dikabarkan meninggal dalam usia 83 tahun di kota kelahirannya, Damaskus, Suriah.

Portal berita yang menyoroti revolusi Suriah, all4syria.info, Ahad (08/09), menyebutkan beliau meninggal pada Sabtu malam. Tidak disebutkan penyebab beliau menghembuskan nafas terakhir.

Kabar duka ini pun dengan cepat sampai ke telinga para ulama. Ucapan bela sungkawa dan doa terus mengalir.

Seperti Syaikh Abdul Aziz Ad-Dumaiji, ulama asal Saudi. Beliau mendoakan ampunan bagi beliau dan mencantumkan link biografi Syaikh yang dikenal ahli Fiqih dan Tafsir itu.

“Syaikh fiqih Wahbah Zuhayli, penulis kitab Tafsir Al-Munir dan Mausuah Al-Fiqh meninggal. Ya Allah, ampunilah dan karunikan rahmat kepadanya,” tulis Syaikh yang mengunjungi Indonesia belum lama ini.

Syaikh Salman Al-Audah juga menuliskan hal yang sama. Beliau yang pernah menghadiri kajian Syaikh Wahbah Az-Zuhaili mengungkapkan bahwa beliau adalah sosok ulama yang berpengetahuan luas dan berwibawa.

DR. Wahbah Zuhayli lahir di desa Dir Athiyah, daerah Qalsmun, Damaskus pada 6 Maret 1932 M/1351 H. Beliau tumbuh di bawah bimbingan bapak yang hafal Al-Quran dan terkenal dengan keshalihan dan ketakwaannya. Mulai dari sekolah dasar hingga menengah, beliau tempuh di Damaskus.

Di sekolah tinggi, beliau mengambil kuliah di dua universitas secara bersamaan. Yaitu, di Universitas ‘Ain Syam di Damaskus dan Universitas Al-Azhar di Mesir. Di dua universitas itu, beliau mengambil jurusan Syariah.

Beliau sangat produktif dan banyak menulis kitab. Tak jarang, kitab-kitab itu mendapat banyak pujian dari berbagai ulama. Bahkan, kitab-kitab itu dijadikan rujukan di sekolah-sekolah. Di antaranya kitab beliau yang paling terkenal dalam bidang syariah adalah “Fiqhul Islam wa Adillatuhu”.

Kitab Fiqih Al-Islam wa Adillatuhu

Sikap Beliau terhadap Revolusi Suriah

Doktor Wahbah Zuhayli dikenal sebagai ulama Ahlus Sunnah dan mendukung revolusi yang dilakukan rakyat Suriah. Beliau merasa sangat sedih melihat kondisi warga Suriah yang diusir dan dibom setiap hari oleh rezim.

“Rakyat Suriah saat ini terbagi antara pendukung rezim yang membantai rakyat dan warga yang mengalami pembunuhan dan pembantaian karena ingin bebas (dari rezim kejam),” kata Zuhayli 2013 silam ketika diwawancarai oleh koran Al-Sarqu Al-Ausath.

Beliau menegaskan tidak akan meninggalkan Suriah dan terus menyibukkan diri dengan ilmu dan agama. Dia juga menegaskan akan terus mendukung ulama dan gagasan-gagasan mereka untuk rakyat Suriah sehingga warga Suriah meraih kebebasan. (kiblatnet/adj)

Categories