Pelajar Brutal, Akibat Buruknya Sistem Pendidikan Sekuler

Ilustrasi: hetanews.com

MUSTANIR.COM, Kendari – Pemandangan berbeda ditampilkan oleh siswa-siswa SMA/SMK Kota Kendari pada Jum’at (7/9). Laki-laki yang semestinya bersiap-siap melaksanakan Jum’atan, malah terlibat aksi tawuran antar pelajar di jalan Ahmad Yani, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Seperti dilansir sultrakini.com, polisi mendapati pelajar yang membawa busur dalam aksi tawuran itu. Beruntung tak ada korban jiwa. Hanya luka-luka. Puluhan siswa SMA/SMK tersebut dibawa dan diamankan di Polres Kota Kendari.

Miris melihat apa yang terjadi. Inilah hasil sistem pendidikan hari ini. Tak bisa dipungkiri bahwa pendidikan hari ini menganut sekularisme. Yakni memisahkan agama dari kehidupan. Lihat saja, pendidikan agama hanya diberi porsi sedikit dalam pembelajaran. Hanya dua jam dalam seminggu. Tentu tak cukup membantu.

Belum lagi isi pelajarannya hanya sebatas pengetahuan. Bukan sebagai hal yang harus diterapkan. Ditambah pelajaran lain yang menguras pikiran dan waktu peserta didik. Sistem full day school, misalnya. Sehingga tak ada waktu untuk mencari tahu agama di luar sekolah.

Media juga berperan. Minusnya media dari unsur agama juga turut mengaminkan ide sekularisme. Tontonan-tontonak tak mendidik justru menjadi tuntunan anak muda masa kini. Naudzubillah.

Tawuran hanya satu kasus saja. Narkoba dan kriminalitas lain yang dilakukan pelajar hari ini merupakan bukti bahwa pendidikan kita yang sekuler itu jadi biang keroknya. Dan sudah saatnya kita mencari solusi yang tepat bagi pendidikan kita.

Islam bukan saja mengatur ibadah ritual. Tapi juga mengatur segala aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Dalam Islam, peran pendidikan sangat penting dalan mencetak generasi cemerlang. Disanalah akidah ditanamkan sebagai benteng terkuat dalam menghadapi zaman. Juga ilmu-ilmu terapan diajarkan untuk menjalani kehidupan. Tak ada pemisahan antara agama dan kehidupan.

Terbukti di zaman keemasan Islam, pakar ilmu kedokteran seperti Ibnu Sina juga seorang ahli agama. Jabir Ibnu Hayyam adalah Bapak Ilmu Kimia yang juga ulama. Al Khawarizmi seorang ahli fiqih penemu logaritma. Dan masih banyak bukti lain dimana Islam mampu melahirkan generasi terbaik melalui sistem pendidikan Islamnya.

Hanya saja, sistem pendidikan Islam ini tak akan bisa diterapkan jika Demokrasi masih dibiarkan. Kapitalisme masih digunakan dan sekularisme masih diamalkan. Hanya khilafah yang mampu menerapkan sistem pendidikan Islam, menghapus sekularisme dan melahirkan generasi-generasi cemerlang yang akan membawa dunia pada peradaban gemilang.[]

Oleh: Al Azizy Revolusi

Categories