Georgia Guidestones (atlasobcsura,com)

Pengendalian Populasi sebagai Program Yahudi Internasional

MUSTANIR.net – Depopulasi adalah wujud nyata persiapan New World Order (NWO). Program ini tercatat dalam Agenda 21 dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang bertujuan untuk menjaga jumlah penduduk dunia sebanyak 500 juta jiwa. Patut diketahui bahwa jumlah penduduk dunia saat ini tercatat kurang lebih 6 milyar jiwa. Dengan kata lain 5,5 milyar jiwa yang lain menjadi pemikiran untuk dikurangi dengan cara cepat maupun lambat.

Agenda 21 dari PBB ini memiliki keterkaitan dengan Georgia Guidestones, sebuah monumen yang menjelaskan 10 rancang bangun kaum Mason yang salah itu isinya, “Untuk menyesuaikan pertumbuhan populasi dengan keseimbangan alam, maka umat manusia harus direduksi hingga berjumlah 500 juta.” Agenda tersebut juga memiliki kaitan dengan paganisme, yaitu tentang Ishtar atau Oshtara –nama dewi musim semi.

Program depopulasi menggunakan cara pemusnahan manusia lewat jalur cepat dan jalur lambat sekaligus. Dalam jalur cepat, dengan menggelar perang dan konflik. Dalam jalur lambat, dengan menyusupkan racun ke dalam
makanan dan minuman serta obat-obatan kimia, menciptakan wabah penyakit, wabah kekeringan, merekayasa bencana alam, termasuk pula mengkampanyekan program pembatasan kelahiran. Program depopulasi dengan jalur cepat di antara contohnya adalah Revolusi Prancis, Perang Dunia I dan II, serta jatuhnya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki.

Berkaitan dengan program depopulasi melalui makanan, mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Henry Kissinger, dengan berani telah menyatakan akan menggunakan makanan sebagai senjata pemusnah massal. Dalam laporan yang dikeluarkan The Schiller Institute, Joseph Brewda pada 8 Desember 1995 menulis artikel berjudul ‘Henry Kissinger’s 1974 Plan for Food Control Genocide’. Tulisan ini berasal dari dokumen rahasia yang dibuat Kissinger, tertanggal 10 Desember 1974, untuk United States National Security Council. Dokumen itu bertajuk ‘National Security Study’.

Senjata Penghancur Massal (SPM), sebagai penerapan program depopulasi –selain dengan senjata modern berupa nuklir atau semisalnya, dapat juga dengan cara-cara di luar perkiraan yaitu dengan pengobatan atau farmasi. Cara ini bertujuan untuk mengurangi penduduk dengan perlahan-lahan. Diantaranya adalah dengan fluoride, sabun anti bakteri, merkuri, aspartame, dan MSG yang merupakan perusak sistem syaraf.

Program depopulasi terselubung juga melalui obat-obatan modern, seperti: antibiotik, kemoterapi kanker, prosedur pembedahan yang tidak perlu, X-ray, dan vaksin.

Selain beberapa bentuk terselubung di atas, program depopulasi juga melalui virus-virus buatan, seperti: H1N1, merupakan pandemik global yang memiliki hubungan keuangan yang erat dengan perusahaan obat yang menarik
keuntungan dari penjualan vaksin tersebut.

Program depopulasi yang telah disebutkan di atas, sebagiannya terjadi pada penduduk Indonesia, baik itu disadari ataupun tidak disadari. Salah satu bentuk kesadaran akan bahaya yang telah terjadi itu adalah karya yang ditulis
oleh mantan Menteri Kesehatan Indonesia, Siti Fadila Supari dengan bukunya yang berjudul ‘Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung’.

Sejak terbitnya, buku ini menjadi pembicaraan di berbagai media internasional, karena buku ini dianggap membongkar konspirasi pihak Barat terhadap sampel virus flu burung. Dalam bukunya ini Siti Fadilah membuka kedok World Health Organization (WHO) yang telah lebih dari 50 tahun mewajibkan virus sharing yang ternyata banyak merugikan negara miskin dan berkembang asal virus tersebut. []

Sumber: Rachman Hardiansyah, Magister Pemikiran Islam UMS

Categories