ghaarizal.blogspot.com

Program Zionis untuk Depopulasi Dunia

MUSTANIR.net – “Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al Qur’an dengan jihad yang besar.” (QS al-Furqan: 52) 

Setelah lahir dan baligh, kita mendapatkan kewajiban untuk menyembah Allah dan menuruti setiap perintah-Nya. Berlaku bagi semua umat manusia, entah itu Islam, Kristen ataupun Yahudi, sehingga menjadikan Islam adalah agama yang paling benar dan al-Qur’an adalah pelengkap dari kitab-kitab terdahulu. Namun terjadi salah tafsir di kalangan agama selain Islam. 

Yahudi adalah satu contoh hamba Allah yang mensalah-tafsirkan kitabnya yakni Taurat, dan sekarang mereka lebih meyakini kitab yang mereka buat sendiri yakni Talmud. Yahudi ini adalah biang keladi adanya persaudaraan Mason atau biasa kita sebut dengan nama Freemason, mereka adalah kaum Zionis yang membangkang dari agama Yahudi. Ada yang menyebut mereka atheis tapi ada juga yang menyebut mereka sebagai hamba Tuhan (entah Tuhan yang mana, atau Tuhannya siapa, namun yang pasti bukan Allah SWT) yang taat karena ada bukti dari perjanjian mereka pada saat anggota yang baru di bai’at

Simon Cox menuliskan cuplikan ketika upacara bai’at anggota baru Mason dalam buku Decoding the Lost Symbol:

“Kau ditanya kepada siapa kau percaya, diminta menyetujui hukum kuno kita, karena seorang atheis tidak akan pernah bisa menjadi Mason; karenanya kau perlu mengungkapkan bahwa kau percaya pada Sang Maha Tinggi, karena jika tidak, tidak akan ada kewajiban yang mengikatmu.” 

Ada banyak literatur yang membahas aqidah para Mason, ditulis dari berbagai buku konspirasi bahwa mereka menyembah setan, Lucifer, Baphomet, Horus, ular, Psyche, dll. Jahatnya, mereka menganggap kita (non-Yahudi) sebagai binatang dan pantas untuk mati, hal tersebut jelas diperintahkan dalam kitab Talmud mereka: 

“Para kafir bid’ah (non-Yahudi) harus engkau bunuh dengan tanganmu sendiri.” (Talmud, Abodah Zara, 4B) 

“Setiap Yahudi yang menumpahkan darah orang yang tak bertuhan (non-Yahudi), perbuatan itu sama dengan persembahan kepada Tuhan.” (Talmud: Bammidber Raba C 21 & Jalkut 772)

Tentu saja ayat-ayat di atas bukanlah perkataan Allah SWT. Dalam buku Yahudi: Mengapa Mereka Berprestasi karya KH Toto Tasmara dijelaskan bahwa ayat-ayat tersebut ditulis oleh rabi (mufassir atau ustadz bagi mereka). Walaupun sumber ajaran mereka dari kitab Taurat, tapi esensi yang disampaikan oleh Allah pada kitab tersebut sudah hilang karena keegoisan mereka, dan tentu mereka tidak tunduk kepada Allah dan mempercayai Tuhan mereka yang ada dalam imajinasi mereka. Allah secara jelas mengutuk mereka dalam al-Qur’an;

Dan sungguh di antara mereka niscaya ada segolongan yang memutarbalikkan lidahnya membaca Kitab agar kamu menyangkan (yang mereka baca) itu sebagian dari Kitab, padahal itu bukan dari Kitab dan mereka berkata, ‘Itu dari Allah’, padahal itu bukan dari Allah. Mereka mengutamakan hal yang dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui.” (QS Ali Imran: 78) 

Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya. Mereka berkata; ‘Kami mendengar’, tetapi kami tidak mau menurutinya. Dan (mereka mengatakan pula); ‘Dengarlah’ sedang kamu sebenarnya tidak mendengar apa-apa. Dan (mereka mengatakan); ‘Raa’ina’, dengan memutar-mutar lidahnya dan mencela agama. Sekiranya mereka mengatakan; ‘Kami mendengar dan patuh, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami’, tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, akan tetapi Allah mengutuk mereka, karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali iman yang sangat tipis.” (QS an-Nisa: 46) 

Ideologi dari semua itulah yang mendasari adanya gerakan atau progam depopulasi dari Zionis untuk manusia (non-Yahudi), karena mereka adalah kaum minoritas yang tidak ingin popularitas di dunia diganggu oleh kita sebagai kaum mayoritas, belum lagi anggapan kita bagi mereka adalah binatang maka tidak mustahil bagi mereka untuk memperlakukan kita layaknya binatang. 

Program Depopulasi via Teknologi Informasi

Semakin berkembangnya ilmu, maka semakin berkembang pula teknologi, begitu pula dengan perkembangan ilmu yang semakin tinggi karena perkembangan teknologi itu sendiri. Karena itulah mengapa teknologi di bidang informasi sangat penting. Seseorang tanpa ilmu bagaikan hidup dilubang cacing tanpa tahu arah jalan pulang. Maka informasi sangat dibutuhkan setiap harinya untuk memperdalam ilmu yang akan/sedang/telah kita pelajari, namun tanpa kita sadari ada banyak teknologi informasi yang tidak kita tahu asal usulnya, dan kita terima begitu saja tanpa kita tahu bahwa teknologi informasi ini bagian dari propaganda Zionis.

Kita seringkali terjebak dengan pengetahuan yang dangkal bahwa teknologi informasi ada di dunia ini pada tahun 2000 tanpa tahu sejarahnya dan meyakini begitu saja. Itu disebabkan karena peradaban kita yang tidak mendukung akan hal tersebut sehingga ketika kita baru mengenal Google dan Facebook maka itulah teknologi informasi. Padahal garis hitam putih yang ada pada kemasan makanan instan atau barang lainnya itu adalah salah satu dari teknologi informasi. 

Garis hitam putih yang saya sebut itu adalah barcode, remaja zaman sekarang baru mengenal barcode ketika BBM (BlackBerry Messenger) hadir sebagai salah satu teknologi informasi, dan itupun barcode yang telah dimodifikasi. Nyatanya barcode telah ada dan berkembang hingga hari ini sejak 1973 yang ditemukan oleh George J Laurer, seorang karyawan IBM yang juga seorang simbolog. Barcode pertama kali digunakan di Amerika Serikat namun namanya masih UPC (Universal Product Code), seperti namanya barcode berfungsi sebagai alat identifikasi suatu barang/produk yang dibuat dari bahasa pemrograman biner (bahasa mesin) dan dienkripsikan ke dalam bahasa manusia. 

Mengapa saya mengaitkan ini dengan propaganda Zionis? Silakan pembaca ambil produk yang menggunakan barcode, dan perhatikan garis hitam putih yang lebih panjang daripada yang lain. Garis ini terdapat di awal, tengah, dan akhir garis yang biasa. Dalam bahasa biner ini berfungsi sebagai pemisah antara kode perusahaan dan kode produknya. Mari kesampingan dulu bahasan barcode secara menyeluruh, intinya garis yang lebih panjang itu bernilai 6, dan karena ada 3 garis yang lebih panjang maka dalam barcode bergaris ini terdapat angka 666. 

Bob Fraley dalam bukunya The Last Day in America, 1984, menyatakan bahwa angka 666 adalah kunci sistem binary pada UPC/barcode, angka ini digunakan untuk mengenali kode-kode pada sebuah produk. Dengan kata lain, angka 666 merupakan tanda identifikasi sebuah produk. Kata ‘the mark’ dalam bahasa Yunani –bahasa standar yang digunakan untuk menulis Alkitab— adalah charagma atau charax yang berarti goresan atau garis yang menyerupai pagar. Simbol-simbol ini pernah digunakan pada abad pertama untuk mengenali kata-kata tertentu. Sekarang, simbol yang sama digunakan dalam sistem komputer untuk mengenali kode-kode dalam bahsa program yang mendeskripsi sebuah produk. Tanda pagar ini disebut barcode. 

Selanjutnya barcode ini berkembang dan diperkenalkanlah produk identifikasi yang baru pada tahun 2008 yaitu RFID, Radio Frequency IdentificationRFID adalah sebuah alat yang berukulan kecil yang ditanam di dalam tubuh hewan ternak. Dengan memasang alat ini pada hewan ternak kita, kita bisa tahu suhu tubuhnya, perkembangan biologinya, penyakit yang diderita, rasio kecukupan gizi, identifikasi gen, pendataan virus, dan bisa juga sebagai alat pelacak. 

Mondex adalah perusahaan pionir yang mengembangkan berbagai macam chip termasuk Verichip atau RFID chip ini. Sistem transaksi mereka menggunakan SET Protocol (Secure Eletronic Transaction) yang didisplay sebagai SET Mark. SET atau Seth dalam pemahaman orang-orang Mesir Kuno berarti Dewa Setan atau Lucifer. Mondex bekerja sama dengan perusahaan OrbComm yang memfasilitasi satelit navigasi yang seringkali disebut Big Brother. 

RFID terbaru telah diperkenalkan pada tahun 2008, oleh perusahaan Hitachi di Jepang. Ternyata ukuran terkecil dari RFID ini berukuran 0.4 x 0.4 atau sebutir pasir. Dengan chip yang memiliki 128 bit ROM dan menyimpan 38 digit angka, alat ini mampu menyimpan data pribadi, kesehatan, pajak, politik, dan keuangan. Kapsul RFID beroperasi pada frekuensi 860Mhz dan 960Mhz dan datanya disusun rapi di pusat data (database server). 

Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, dan tidak seorang pun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya. Yang penting disini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.” (Kitab Injil – Wahyu 13:16-18)

Uji coba RFID untuk manusia telah dilakukan pada 120.000 pekerja pada tahun 2007 di Hongkong, khususnya pekerja-pekerja imigran, di Amerika Utara pun pernah ada uji coba chip ini. Tentu saja jika semua orang di dunia telah memakai chip ini sebagai alat jual beli yang sah kita tidak akan bisa menghindarinya. Data pribadi kita akan terlihat oleh zionis, dimana pun kita berada kaum yahudi akan tahu, sudah tidak ada lagi privasi di dunia ini, HAM yang ada pada undang-undang hanyalah ilusi.

Baterai Lithium, inilah bahan yang ada pada RFID. Pembaca tentu mengetahui jika kita menelpon sambil mengisi ulang baterainya, maka ponsel kita akan panas dan jika dipaksakan maka meledak. Hal itu terjadi karena gelombang radio yang sangat kuat ketika berbicara dengan seseorang disana bergesekan dengan listrik yang ada pada batterai. Dengan melakukan hal yang sama pada RFID maka dahi dan tangan kanan kita bisa melepuh atau meledak dan meninggal.

Program Depopulasi via Makanan dan Obat-obatan

Ada satu organisasi dibawah PBB yang menangani masalah pangan, mereka yang mengatur kadar kimia dalam makanan atau obat-obatan, sebelum makanan instan yang kita makan dijual di berbagai toko/pasar organisasi inilah yang memberi pengesahan diawal. WHO atau World Healt Organization adalah nama dari organisasi itu, ternyata banyak bukti yang dilemparkan kepada organisasi ini bahwa mereka terlibat dalam konspirasi dunia untuk menekan peningkatan populasi di dunia terutama Negara-negara dengan jumlah populasi besar apalagi yang beragama islam.

Tanpa mencari tahu konsep dan teknisnya pun kita sudah tahu bahwa organisasi ini memang terlibat dengan para zionis, akan terlihat ketika kita melihat simbol yang digunakan oleh organisasi ini. Ular yang melilit pada tiang, dan ada bentuk yang seperti padi berjumlah 13, sudah menunjukan bahwa mereka sudah dicampuri oleh para konspirator.

Codex Alimentarius adalah program WHO yang dicanangkan sejak tahun 1963 dan intensif dikerjakan di awal abad 21 ini. Tujuan Codex Alimentarius adalah membuat standar pangan bagi seluruh dunia.

Beberapa rancangan dalam program ini antara lain:

  1. Mengendalikan nutrisi dalam makanan
  2. Mengatur penggunaan bahan kimiawi dalam makanan
  3. Mengatur pestisida yang digunakan untuk pertanian
  4. Membuat standar prosedur baru dalam sistem keamanan dan kebersihan makanan
  5. Mengatur bio-teknologi pangan (dalam hal ini rekayasa genetika sumber pangan)
  6. Membuat standar prosedur penelitian makanan

Dalam jurnal kesehatan Phoenix 65, seorang peneliti virus bernama Hatonn menulis bahwa AIDS sebenarnya bukan berasal dari kera Afrika yang selama ini diduga kuat telah mengalami mutasi. AIDS adalah plague yang dibentuk di laboratorium virus dengan mencampur genom sapi ternak dengan virus domba. Jelas virus ini diproduksi dan dikembangkan untuk disebarkan ke masyarakat luas untuk menimbulkan pandemi virus. Dalam sebuah studi kasus di New York terlihat bahwa pola pengidap AIDS ternyata sama dengan mereka yang terjangkit hepatitis B. Pada sekitar pertengahan tahun 1995, ditemukan penyebaran vaksin hepatitis di Amerika yang terkontaminasi virus AIDS dan ini melibatkan perusahaan besar Baygon.

Joseph Moshe, seorang ahli mikrobiologi yang bekerja untuk Mossad menyatakan dalam siaran langsung di radio kepada Dr. A. True Ot bahwa virus flu babi jelas dirancang di laboratorium untuk digunakan sebagai senjata biologi. Virus-virus ini dikembangkan oleh Baxter kemudian dicampur ke dalam vaksin untuk disebarkan ke masyarakat umum. Virus merupakan senjata yang jauh lebih berbahaya dibandingkan bom nuklir atau terorisme karena virus menyusup secara tak kasatmata ke dalam darah, baik dengan replikasi alami maupun disisipkan ke dalam vaksin. Setelah peryataan tersebut Moshe ditangkap oleh FBI dan jejaknya tak lagi kelihatan sampai sekarang. 

Tidak hanya melalui obat-obatan, namun kebijakan pemerintah sejak beberapa tahun lalu juga adalah bagian dari program depopulasi. “2 anak cukup” jargon itu sudah tidak asing lagi bagi kita program KB (Keluarga Berencana) tanpa alasan yang ilmiah terus digembar gemborkan. KB adalah program depopulasi yang ada di Indonesia, tentu saja di Negara lain pun ada dan tentu nama programnya berbeda, tapi tetap saja intinya untuk mengurangi populasi dunia.

Pencetus KB adalah Margareth Higgins Sanger, ia adalah seorang tokoh rasialis yang mengakui bahwa di dunia ini ada ras tertentu yang lebih unggul dibanding ras yang lain. Orang rasialis selalu memiliki agenda yang tidak wajar, yaitu memusnahkan, membunuh, menyingkirkan seluruh ras yang mereka anggap rendah. Ini sangat bertentangan sekali dengan ajaran al-Quran yang tidak membedakan antara sesama manusia dari segi apa pun kecuali ketakwaan.

Bahkan Bill Gates pun ikut berkontribusi melakukan depopulasi manusia ini, ia pernah berpidato pada acara TED 2010 di Long Beach, California. Gates mengatakan;

“Pertama, kita dapatkan populasi. Saat ini dunia kita (bumi) memiliki (populasi) 6,8 milyar manusia. Kemudian (populasi) akan bertambah menjadi sembilan milyar manusia. Sekarang, jika kita bisa benar-benar berhasil untuk (membuat) vaksin-vaksin baru, pelayanan kesehatan, pelayanan KB; kita dapat menurunkannya menjadi, mungkin, 10% atau 15%, tapi sekarang kita melihat ada peningkatan 1,3%.”

Pernah melihat pesawat yang terbang tinggi dilangit lalu mengeluarkan jejak asap panjang dibelakangnya? Asap berupa awan panjang itu bernama contrail (condensation trail atau jejak kondensasi), yang terjadi akibat adanya kondensasi udara.

Contrail adalah efek alami dari kondensasi udara yang mengandung uap air. Yang tidak alami dan tak lazim adalah chemtrail, namun apakah chemtrail itu? Pertama, kita harus mengetahui apa contrail dan apa chemtrail itu.

Contrail adalah jejak kondensasi atau jejak uap air terkondensasi yang muncul dari sisa pembakaran mesin pesawat. Jejak kondensasi dapat terlihat dalam waktu beberapa detik atau menit, atau bahkan berjam-jam, bergantung pada kondisi atmosfer. Contrail adalah efek alami dari kondensasi udara yang tidak berbahaya dan mengandung uap air.

Lalu apa itu chemtrail? Chemtrail (chemical trail atau jejak kimiawi) adalah bahan kimia atau biologis yang sengaja disebar pada ketinggian tertentu oleh pemerintah Amerika dengan tujuan yang masih misterius. Awan yang terbentuk dari chemtrail ini biasa disebut chemcloud.

Pada Maret 2009, operasi intelijen di langit Jakarta dengan menggunakan sebaran chemtrails juga pernah terjadi. Saat itu, chemtrails disemprotkan di atas langit Jakarta juga melalui pesawat USAF adalah untuk “mempersiapkan” warga Jakarta dan sekitarnya “menerima” virus flu burung (H5N1) yang telah dimodifikasi. Namun karena aliran angin pada saat itu adalah angin timur yang menuju ke arah barat laut, angin diatas Jakarta tersapu hingga ke arah Singapura. Kemudian tak berapa lama ditemukan kasus dan korban (victim) dari kasus flu burung (H5N1) di Singapura.

Saya yakin pembaca sudah mengetahui konspirasi dibalik fluoride, dan aspartame. Namun banyak orang yang melewatkan Titanium Dioksida, Titanium dioksida adalah logam oksida dengan sifat yang unik. Merupakan saingan berlian dalam hal kekerasannya dan juga penting untuk sifat listrik yang baik.

Titanium Dioksida digunakan dalam kosmetik dan vitamin serta obat-obatan lainnya sebagai pengisi untuk membentuk tablet.  Tetapi juga digunakan dalam susu skim (skimmed milk), keju, yoghurt, mayones, marshmallow cokelat, produksi makanan cepat saji, saus tomat. Titanium Dioksida ini diberikan kepada hewan yang dimakan manusia.

Titanium dioksida menyumbang 70% dari total volume produksi pigmen di seluruh dunia. Titanium dioksida banyak digunakan untuk memberi warna putih dan buram untuk memproduksi seperti cat, plastik, kertas, tinta, makanan, dan pasta gigi. Titanium Dioksida juga digunakan dalam produk kosmetik dan perawatan kulit, dan terdapat  di hampir setiap sunblock (lotion, cream)  di mana ia membantu melindungi kulit dari sinar ultraviolet. Titanium Dioxida dianggap sebagai penyebab asma, kanker, penyakit ginjal, Alzheimer dan hilangnya kesuburan.

Selain itu, zat ini merusak DNA dan membunuh sel-sel penting dalam tubuh baik manusia, binatang atau tumbuhan. Dikabarkan ada tumbuhan yang tidak ber-reproduksi diakibatkan zat ini, menurut Tri Cahyanto, M.Si, binatang dan tumbuhan memang lebih sensitif terhadap lingkungan yang tidak sehat sehingga mereka akan menjauh dari tempat itu, jika tidak mereka akan terkena dampaknya. Hal ini diperkuat juga oleh Ani Daningsih, ia mengatakan bahwa bayam atau apel yang sudah dimakan oleh cacing, maka itulah yang paling segar. Karena rasa sensitif binatang jauh lebih peka daripada manusia.

Dalam buku 7 Perangkap Yahudi yang ditulis oleh Abu al-Ghifari menjelaskan bahwa ada 7 yang merusak iman kita, ada 2 hal yang berkaitan dengan program depopulasi ini yakni food, dan financial. Mari kita bahas mengenai makanan terlebih dahulu, makanan yang dibuat oleh para konspirator ini menyimpan banyak kafein, sehingga jika dikonsumsi terlalu banyak maka libido kita akan memuncak. Hal itulah yang menjadi penyebab dasar adanya freesex, selain mereka menonton menganai itu mereka juga mengkonsumsi yang mendukung kesana.

Program Depopulasi via Ekonomi

Sebelumnya saya telah menyebutkan bahwa financial menjadi salah satu program depopulasi, pada intinya dengan memonopoli keuangan dunia maka yang akan terjadi adalah si kaya akan semakin kaya dan si miskin akan semakin miskin. Di dunia ini jika zakat, infaq, dan shodaqoh sudah tidak dilakukan lagi, maka si miskin ini yang akan menjadi korban pertama dari program depopulasi umat manusia.

Pada zaman barter dan jual beli menggunakan koin emas masih berlaku, akhlak umat manusia sangat indah. Ketika itu karena semua orang memiliki harta yang cukup maka budaya tolong menolong sudah seperti nasi hari ini, namun ketika para zionis dengan label pemerintahan membuat uang dengan dalih lebih praktis, umat manusia hari ini terlalu terlena dan sibuk mengumpulkan pohon yang diolah itu (baca: uang). Sampai mereka lupa kepada Tuhan mereka, dan tidak beribadah lagi kepada-Nya, hari ini bagi manusia yang jumud maka uang adalah Tuhan.

Semakin hari sejak diciptakan uang, kaum zionis terus berkonspirasi mengenai ekonomi ini, sehingga uang yang ada di dompet pembaca nantinya hanyalah angka-angka atau lukisan saja. Dr. Ahmad Riawan Amin dalam bukunya yang berjudul Satanic Finance mengajak kita untuk kembali menggunakan dinar dan dirham, karena dinar mempunyai nilai daripada uang kertas yang angkanya hanya ditulis (tidak punya nilai apapun).

“Karena itu, logam mulia itu menempati kedudukan yang tinggi, boleh dibilang seperti mata uang surga (Heaven’s Curency). Bukan karena keduanya digunakan sebagai mata uang di surga, tapi lebih karena fungsinya dalam menjaga keadilan yang menjadi salah satu ciri utama penghuni surga.

Emas dan perak memiliki nilai dan dianggap sebagai komoditas untuk menyimpan kekayaan, jauh sebelum mereka digunakan sebagai alat tukar atau uang. Masyarakat kuno sudah menggunakan emas, perak, dan tembaga untuk transaksi ekonomi. Emas dan perak dipilih karena kelangkaan (rare) dan warnanya yang indah. Dalam sejarah manusia, tak lebih dari 90.000 ton emas yang ditambang dari perut bumi. Sementara perak dan tembaga untuk memenuhi transaksi dengan nilai yang lebih rendah dari emas.” 

 Belum lagi emas dan perak terbukti anti inflasi, harga seekor ayam semasa Rasulullah Saw. sekitar satu dirham (kira-kira lebih dari Rp. 11.000). Seekor ayam saat ini masih bisa dibeli dengan jumlah dirham yang sama. Dengan kata lain, setelah 14 abad, harga seekor ayam kurang lebih sama.

Setelah program depopulasi ini sukses, lantas, siapa yang akan tetap hidup? dalam bahasa Darwin, “Survival of the fittest” Dr. Laibow berkata, “Hanya mereka yang kaya, yang mampu menyuplai gizi dan vitamin dalam makanan mereka yang akan tetap bisa hidup.” 

Sumber: Rifqi Azhar Nugraha, Dept. Kominfo PP Ikatan Pelajar Persis

Categories