Selamatkan Ulama dengan Penegakkan Syariah

Selamatkan Ulama dengan Penegakkan Syariah

Selamatkan Ulama dengan Penegakkan Syariah

Pasca aksi bela Islam 02 Desember 2016 semakin terlihat pihak-pihak yang tidak suka dan gerah dengan Islam. Banyak kejadian dan peristiwa yang seperti sengaja diisukan untuk memfitnah dan memecah belah Umat. Isu-isu tersebut sengaja di blow up secara massif untuk mengalihkan tuntutan umat pada sang penista agama. Ketidakadilan yang sangat kentara berlaku di negeri yang mayoritas muslim ini. Muslim yang faktanya menjadi mayoritas, tapi menjadi pihak yang terus ditindas. Semua hal yang terkait dengan pembelaan terhadap Islam dibendung dan dicari-cari kesalahannya.

Sebutlah rentetan peristiwa-peristiwa tersebut yang sarat tipu muslihat dari penguasa. Mulai dari peristiwa bom di gereja, terorisme, penodaan agama oleh ormas yang mengaku ormas Islam, dan yang terakhir ini adalah kriminalisasi ulama. Fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) disebut sebagai pemecah kebhinekaan. Penangkapan ulama atas tuduhan penistaan terhadap pancasila. Begitu cepat dan gesitnya para aparat menangkap dan memproses aduan tersebut. Ulama difitnah, ditangkap bak pesakitan yang harus dihukum di negeri sekali lagi, yang faktanya mayoritas muslim ini. Namun, jangan lupa umat sudah semakin cerdas. Sekenario-sekenario yang dibuat untuk menjatuhkan ulama malah menjadikan umat semakin yakin akan keberpihakan penguasa kepada siapa.

Ulama adalah pewaris nabi. “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Mereka mewariskan ilmu. Siapa saja yang mengambil ilmu berarti telah mengambil bagian yang banyak lagi sempurna (HR Abu Dawud).”

Tanpa jerih payah ulama, kita tak akan memahami bagaimana Islam. Kita tak akan paham bagaimana syariat Islam. Ulama adalah garda terdepan dalam dakwah Islam. Mengajak kebaikan (Islam) dan mencegah kemungkaran. Menjelaskan ide-ide dan pemahaman yang bertentangan dengan Islam. Ulama pula yang seharusnya mencontohkan bagaimana Rasulullah berdakwah. Karena ulama pula, banyak kaum kafir yang mengucapkan syahadat. Ulama juga menyatukan umat agar tak berpecah belah. Dan ulamalah yang selalu mengingatkan bahwa hidup kita hendaknya berada dalam koridor ketaatan pada Allah SWT.

Masyarakat yang sudah terjangkit paham sekularisme rata-rata mereka mendukung sang penguasa agar ulama tersebut segera diproses dan ditangkap. Banyak pakar dan cendikiawan yang berpikiran liberal pun setuju bahkan turut menghakimi para ulama yang mukhlis. Ulama tersebut dicari-cari kesalahannya, dihina, kehidupan pribadinya pun ikut diumbar. Mereka pun dengan gencar menyerukan agar ormas yang dipimpin ulama tersebut untuk dibubarkan.

Fakta kriminalisasi ulama yang terjadi saat ini, Masihkah kita berharap pada sistem bobrok ini? Sungguh hanya kesia-siaan saja mempertahankan sistem demokrasi sekular yang rusak ini. Seharusnya dakwah untuk menegakkan Islam dalam negara khilafah harus semakin gencar digelorakan. Tak ada kemuliaan hidup ini kecuali melaksanaan segala syariat-Nya tanpa kecuali.

Pertanyaannya, jika ulama saja dikrimanalkan sedemikian rupa. Bagaimana dengan umatnya? Mari kita renungkan bersama. Selamatkan Ulama dengan penegakkan Syariah. Ini dalam rangka mengembalikan ‘izzah Ulama ditengah ummat.

Categories