Serangan Gas Beracun Rezim Assad di Idlib Tewaskan Ratusan Warga, Kebanyakan Anak-anak

Serangan Gas Beracun Rezim Assad di Idlib Tewaskan Ratusan Warga, Kebanyakan Anak-anak

MUSTANIR.com, IDLIB, SURIAH – Kebiadaban rezim teroris Assad dan sekutunya dari Komunis Rusia serta Syi’ah Iran semakin menjadi-jadi di Suriah.

Setelah meluluh-lantakan dua buah desa kecil oposisi di provinsi Hama sehari sebelumnya dengan 200 roket grad, pada hari Selasa (4/4/2017) rezim Assad kembali melakukan kejahtan perang dengan melakukan serangan gas beracun di lingkungan sipil oposisi di provinsi Idlib, menewaskan 100 orang kebanyakan dari mereka anak-anak, kata para aktivis.

Tiga serangan udara menghantam Idlib yang dikuasai pejuang oposisi di Suriah, dalam apa yang tampaknya serangan klorin dan gas sarin menurut laporan setempat.

Pada Selasa pukul 6:26 pagi waktu setempat, sebuah pesawat tempur Sukhoi Su-22 rezim Assad menjatuhkan bom-bom berisi gas beracun pada kota padat penduduk sipil Khan Sheikhou di pedesaan Idlib. Sejumlah warga sipil terkena dampak gas beracun saat mereka jatuh pingsan, mulai menggigil dengan cepat atau tersedak dengan busa kekuningan keluar dari mulut mereka.

Relawan Pertahanan Sipil Suriah (The White Helmet) menanggapi serangan itu dan mengambil langkah-langkah untuk dekontaminasi yang terluka. Video yang dipublikasikan oleh akun media sosial para relawan menunjukkan mereka mencuci warga sipil yang terkontaminasi dengan air. Mereka tanpa lelah bekerja untuk membantu warga sipil meskipun mereka juga ditargetkan oleh pesawat tempur Assad.

Korban kebanyakan anak-anak

Seorang pekerja dari rumah sakit anak-anak di Idlib mengatakan kepada al Arabiya mereka kewalahan dengan jumlah orang yang terluka dari serangan pagi, begitu banyak sehingga sejumlah besar pasien dikirim ke rumah sakit lain di kota dan tetangga kota. Lainnya dikirim ke perbatasan antara Suriah dan Turki, Bab el Hawa.

Direktorat Kesehatan di Idlib memprediksi bahwa jumlah korban tewas akan meningkat Rabu pagi melebihi 100 orang karena 300 warga sipil masih menunjukkan gejala yang serius dan mungkin mematikan.

Aktivis, relawan pertahanan sipil dan personil media yang mendokumentasikan kejadian setelah serangan gas sarin dengan mengambil gambar dan video operasi penyelamatan, menunjukkan puluhan anak-anak tewas dari gas beracun.

Aktivis menggambarkan situasi putus asa di kota tersebut menyusul berbagai kendala yang  mereka hadapi.

“Situasi mengerikan, terutama karena ada kekurangan generator oksigen, dan obat-obatan untuk mengobati luka yang disebabkan oleh gas sarin. Banyak dari cedera yang fatal, dan ada banyak anak-anak. Salah satu masalah yang kita hadapi adalah bahwa anak-anak itu telah dipengaruhi oleh gas yang meninggal dalam perjalanan mereka ke perbatasan Turki.” kata seorang aktivis.

Outlet-outlet media dan akun media sosial menerbitkan gambar mengerikan dari pembantaian di Khan Sheikhoun, mengingatkan pada foto-foto dan video dari pembantaian kimia pada 21 Agustus 2013 di pedesaan timur Gouta Damaskus, di mana pesawat tempur Assad menjatuhkan gas beracun terhadap warga sipil di depan mata pengamat internasional dan selama kehadiran mereka di Suriah, menewaskan sedikitnya 1.200 warga sipil, kebanyakan anak-anak dan wanita. Bagaimanapun kejahatan perang rezim Assad itu, dengan bantuan veto sekutunya yang merupakan pendiri PBB, Rusia, berakhir tanpa penuntutan.

#KhanSheikhon dan #Idlib menjadi tren hashtags pada media sosial seluruh dunia ketika gambar anak-anak berusaha menggapai napas terakhir mereka menyebabkan kemarahan di seluruh dunia.

Bagaimanapun, kebiadaban rezim teroris Assad tidak berhenti sampai di Khan Sheikhoun dengan pesawat tempur mereka terus menargetkan beberapa kota lain termasuk Salqin di pedesaan Idlib.

Selain rezim Assad, Komunis Rusia juga tidak mau tinggal diam ikut malakukan kejahatan perang dengan menargetkan rumah sakit yang merawat korban serangan gas beracun di Idlib.

Koresponden Orient News menyatakan bahwa pesawat-pesawat tempur Rusia menjatuhkan bom yang meratakan sebuah rumah sakit di Khan Sheikhoun yang merawat para korban serangan gas beracun.

Rumah sakit Al-Rahma tidak berfungsi setelah ditargetkan oleh pesawat tempur Komunis Rusia.

Assad tidak mau mengaku

Rezim teroris Assad, seperti biasa, kembali berdusta untuk, kebiadan yang mereka lakukan terhadap warga sipil Sunni Suriah, dengan militer membantah mereka telah menggunakan agen kimia atau racun apapun di Khan Sheikhoun hari Selasa.

Sementara itu PBB, yang tidak juga pernah menindak rezim Assad atas kejahatan serupa di Ghouta, mengatakan melalui jubir sekjen mereka bahwa badan dunia itu tidak dalam posisi untuk memverifikasi laporan tersebut secara independen saat ini.

Serangan kimia hari Selasa di Khan Sheikhoun menandai hari mencekik mematikan untuk warga Suriah ketika pesawat tempur Assad menjatuhkan senjata terlarang internasional pada anak-anak mereka. Tidak peduli jumlah gambar dan video yang didokumentasikan yang keluar dari Suriah, serangan kimia di timur Ghouta tahun 2013 tetap sebuah contoh dari ketidakpedulian dunia ketika seharusnya ada datang untuk melindungi kehidupan anak-anak Suriah. (vic/rs)

Categories