kompas.com/Garry Andrew Lotulung

Skenario Terburuk: Hanya yang Kuat yang Bisa Bertahan?

MUSTANIR.netKetika suara yang menyuarakan lockdown tidak digubris. Mulai dari IDI, MUI, para tokoh hingga masyarakat, semua tak dihiraukan oleh penguasa.

Alih-alih melakukan lockdown atau karantina, yang berdasarkan UU 6/2018, yang nota bene dibuat dan disahkan sendiri oleh rezim yang sama, mempunyai konsekuensi hukum negara wajib menjamin nafkah rakyat dan hewan. Justru penguasa menerapkan UU Darurat Sipil.

Di satu sisi memang bisa cuci tangan dari kewajiban, tetapi secara moral dan hukum, sesungguhnya tidak. Di sisi lain, penerapan UU Darurat Sipil justru bisa ‘mengancam’ nyawa rakyat.

Akhirnya, pandemi Covid-19 ini alih-alih berakhir, justru tersebar dan menjangkiti berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari pejabat hingga rakyat jelata. Mulai dari nakes hingga pasien.

Jika sudah begitu, siapa yang kuat, dialah yang bisa bertahan. Tetapi, siapa orang yang kuat dan bisa bertahan itu?

Dalam situasi terdesak, dan paling buruk, hanya kekuatan iman yang membuat mereka bisa bertahan. Inilah yang ditunjukkan oleh umat Islam di Palestina, Gaza, Suriah, Kashmir dan Rohingnya.

Maka, jika kondisi pandemi ini semakin memburuk, mereka yang berkuasa pun tak akan aman dari serangan pandemi ini.

Saat itulah, hanya orang yang mempunyai keimanan kokoh, khususnya keimanan kepada qadha’ dan qadar, baik dan buruknya dari Allah, yang bisa bertahan.

Atau mungkin ini skenario Allah untuk memusnahkan orang-orang kafir, fasik dan zalim dari muka bumi? Sehingga yang tersisa hanya orang-orang mukmin yang shalih?

Saat itulah, mereka akan mewarisi seluruh dunia dan isinya. Wallahu a’lam. []

Sumber: KH Hafidz Abdurrahman, Khadim Ma’had Syaraful Haramain

Categories