Teori Sosialis yang Paling Terkenal adalah Teori Nilai Karl Marx

MUSTANIR.net – Teori Karl Marx (Jerman) yang paling terkenal adalah teori nilai. Karl Marx mengadopsi teori nilai dari para ekonom kapitalis dan menyerang mereka dengan teori itu.

Adam Smith dianggap sebagai tokoh aliran liberalisme, dan pendiri ekonomi politik kapitalis. Definisi Adam Smith tentang nilai: “Nilai suatu komoditas bergantung pada jumlah usaha yang dicurahkan dalam produksinya.”

Definisi Ricardo tentang nilai: “Nilai suatu komoditas bukan hanya ditentukan kadar usaha yang dikeluarkan secara langsung dalam produksinya, tetapi harus ditambahkan usaha yang dikeluarkan sebelumnya dalam produksi peralatan dan perlengkapan yang digunakan dalam proses produksi.”

Karl Marx menyerang kepemilikan individu dan ekonomi kapitalis secara umum, dengan mengatakan: “Pemilik modal/kapitalis membeli tenaga pekerja dengan upah tidak lebih dari apa yang diperlukan untuk membuatnya tetap hidup dan mampu bekerja, kemudian dia mengeksploitasi kekuatan ini untuk menghasilkan komoditas yang nilainya melebihi apa yang dia bayarkan kepada pekerja.”

Karl Marx membangun alirannya di atas landasan filosofis yang dikenal sebagai materialisme historis. Teori dialektika berarti bahwa pembentukan tatanan baru dalam masyarakat akan dicapai hanya dengan diterapkan undang-undang ekonomi, dan sesuai dengan hukum dialektika dalam masyarakat, tanpa campur tangan pembuat undang-undang atau kalangan reformis.

Sosialisme Karl Marx disebut ‘sosialisme ilmiah’ untuk membedakannya dari ‘sosialisme utopis’.

Ringkasan Teori Sosialis Karl Marx

Sistem masyarakat yang terbentuk pada suatu masa merupakan hasil dari kondisi ekonomi. Perubahan dalam sistem itu semua disebabkan oleh perjuangan kelas untuk memperbaiki kondisinya yang bersifat materi.

Perjuangan kelas diakhiri dengan kemenangan kelas yang lebih besar jumlahnya dan lebih terpuruk atas kelas yang lebih kaya dan lebih sedikit. Setelah kemenangannya, kelas tertindas berubah menjadi kelas penindas. Inilah yang disebutnya hukum dialektika sosial.

Hukum dialektika sosial bisa terjadi di masa depan, sebagaimana pernah terjadi di masa lalu. Sejak Revolusi Prancis, perjuangan terjadi antara kelas menengah (borjuis) dan kelas buruh (proletar).

Kelas menengah ‘kaum borjuis’ telah menjadi penguasa proyek-proyek ekonomi dan pemilik modal. Kelas buruh telah berdiri melawan kelas ‘borjuis’, mereka tidak memiliki modal apapun, tetapi jumlahnya lebih banyak dari itu.

Apa yang disebut ‘nilai lebih’ menurut Karl Marx adalah selisih antara nilai output (laba) dan upah pekerja. Kapitalis mendapat laba ‘nilai lebih’, meskipun keadilan menuntut agar pekerja mendapat bagian dari laba tersebut.

Kalangan borjuis mengeksploitasi para pekerja dan membayar mereka hanya sesuai dengan kebutuhan hidup. Kaum buruh terpaksa menerima eksploitasi borjuis karena mereka tidak memiliki apapun kecuali kemampuan kerja mereka.

Perseteruan akan terus dideklarasikan antara kedua kelas ini sampai terwujud kepemilikan secara kolektif. Perjuangan ini akan berakhir dengan kemenangan kelas buruh, berdasarkan hukum dialektika sosial. []

Sumber: Yuana Ryan Tresna

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories