jejakislam.net

3 April 1950, Mosi Integral Mohammad Natsir dan Lahirnya NKRI

MUSTANIR.net – M Natsir sepanjang hidupnya telah mengorbankan segalanya demi agama dan negara dengan pena keikhlasan dan tinta pengorbanan.

Prestasinya dalam sejarah Republik Indonesia tercatat dalam sejarah panjang Indonesia. Yang paling besar, salah satunya adalah Mosi Intergral yang menyatukan Indonesia menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ketika itu Indonesia dipecah menjadi negara serikat sebagai hasil dari Konferensi Meja Bundar di Deng Haag dan ditandatangani oleh Ratu Juliana pada tanggal 27 Desember 1949. Setidaknya ada 16 negara bagian yang terbentuk di seluruh wilayah Indonesia.

Terbentuknya RIS merupakan keberhasilan dari politik adu domba Belanda, dan menjadi ancaman yang sangat mengkhawatirkan bagi Indonesia ketika itu.

Negara RIS yang lahir dari hasil kompromi itu, menyampingkan negara yang diproklamasi oleh Soekarno dan Hatta, 17 Agustus 1945. Negara Republik Indonesia adalah bagian dari negara RIS yang pejabat presidennya Mr. Assaat di Yogyakarta.

Kondisi itu menciptakan keraguan yang sangat besar dari kalangan elit bangsa. Para tokoh bangsa sudah mulai ragu untuk kembali ke negara kesatuan Indonesia, karena ada konsep untuk membubarkan diri terlebih dahulu. Mereka khawatir akan terjadi pertumpahan darah dan itu pasti telah ikut membantu Belanda mencabik-cabik Indonesia.

Dalam kondisi demikian, Pak Natsir dengan pikiran yang cemerlang dan gagasan yang utuh menyampaikan gagasan Mosi Integral itu. Pada mulannya rasa pesimis menguat ketika ide itu dikeluarkan, karena pada waktu itu kekuatan Belanda sangat kokoh.

Tekad Pak Natsir untuk mengakhiri perpecahan itu sangat besar. Ia harus pergi berunding dengan Assaat di Jogja tentang ide tersebut. Kemudian ia berbicara ke semua fraksi-fraksi yang ada di Parlemen RIS pada waktu itu.

Akhirnya pada tanggal 3 April 1950, M Natsir menyampaikan pidato yang bersejarah itu dalam sidang parlemen RIS dengan mengajukan gagasan, semua negara bagian bersama-sama mengajukan untuk mendirikan negara kesatuan melalui prosedur parlementer.

Mosi Integral itu diterima dengan suara bulat oleh semua fraksi di parlemen RIS dengan memutuskan bahwa pemerintah harus segera mengambil inisiatif penyelesaian persoalan yang terjadi dengan cara integral.

Kemudian Perdana Menteri RIS Mohammad Hatta menyatakan, “Mosi Integral Natsir kami jadikan sebagai dasar untuk penyelesaikan persoalan-persoalan yg sedang dihadapi.” 

Dengan Mosi Integral dan dukungan semua fraksi di parlemen RIS maka pulihlah NKRI secara demokratis dan terhormat pada tahun 1950.

Maka benarlah apa yang dikatakan oleh Dr. Mohammad Noer bahwa Indonesia memiliki dua proklamasi, yaitu proklamasi tanggal 17 Agustus 1945 dan proklamasi NKRI tanggal 17 Agustus 1950. Bedanya, proklamasi 1945 Soekarno-Hatta membawa nama bangsa Indonesia, sementara 1950 atas nama Presiden RIS dan PM RIS.

Proklamasi 1950 adalah proklamasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), karena dalam pernyataannya dikatakan pembubaran 16 negara bagian yang tergabung dalam RIS, termasuk negara Republik Indonesia Yogyakarta (yang diproklamasikan 17 Agustus 1945), dan meleburkan diri dalam sebuah negara yang bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Proklamasi ke dua itu bukan menyatukan diri pada RI yang diproklamirkan 1945, karena RI juga turut membubarkan diri bersama negara-negara bagian lainnya ke dalam NKRI.

Maka tidak heran ketika NKRI sudah diproklamirkan maka tidak ada satu orang pun yang dipercaya Soekarno menjadi perdana menteri pertama NKRI kecuali sang arsitek NKRI, Bapak Mohammad Natsir.

Dan NKRI yang dicita-citakan Natsir pada zaman pergolakan itu masih bertahan sampai hari ini menjadi negara yang beragam. Yang bertahan dalam berjibun budaya, adat, dan agama.

Tapi jangan dilupa bahwa penggagasnya adalah mantan Ketua Umum Masyumi, ulama, cendekiawan, intelektual Islam yang sangat luar biasa. M Natsir. []

Sumber: Furqan Jurdi, Aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

Categories