72% Orang Inggris Memiliki Pandangan Negatif Terhadap Islam

72% Orang Inggris Memiliki Pandangan Negatif Terhadap Islam

Mustanir.com – Mayoritas pendapat rakyat Inggris dalam statistik hasil jajak pendapat menunjukkan bahwa mereka meyakini Islam tidak sesuai dengan nilai-nilai Inggris. Statistik juga mengungkapkan bahwa hampir sepertiga dari mereka meyakini bahwa Islam adalah agama kekerasan dan mempromosikan kekerasan di Inggris. Sementara sebuah penelitian menyimpulkan bahwa anak-anak muda memiliki pemahaman Islam yang lebih baik dari generasi tua. Dan lebih dari dua ribu orang dewasa telah berpartisipasi dalam jajak pendapat yang dilakukan situs ComRes.

Ketika mereka ditanya tentang pemahamannya terhadap Islam, 41% dari orang berusia antara 18-24 mengatakan bahwa mereka memiliki pemahaman yang baik tentang kebiasaan dan keyakinan umat Islam, dibandingkan dengan 27% dari mereka yang telah berusia di atas 45 tahun.

Ketika ditanya tentang apakah mereka percaya bahwa Islam mempromosikan perdamaian di Inggris, 42% dari responden dewasa dengan usia antara 18-24 mengatakan bahwa mereka setuju, dibandingkan dengan 30% dari mereka yang berusia di atas 25 tahun.

Pada saat ditanya tentang “apakah Islam sesuai dengan nilai-nilai Inggris”, maka 43% dari responden dengan usia 18-24 mengatakan setuju, sementara kurang dari 31% dari semua kelompok umur lainnya. Berikut beberapa hasil lainnya:

– Islam sesuai dengan nilai-nilai Inggris, 28% setuju

– Islam mempromosikan kekerasan di Inggris, 31% setuju

– Islam adalah kekuatan negatif di Inggris, 43% setuju

– Kebanyakan orang di Inggris memiliki pandangan negatif tentang Islam, 72% setuju

– Saya memiliki pemahaman yang baik tentang adat istiadat dan kepercayaan Islam, 32% setuju

– Islam adalah agama kekerasan, 28% setuju (Sumber: BBC).

Serangan masif yang terus dilakukan oleh media Barat Islam meningkatkan kekerasan perilaku rakyat Inggris terhadap Islam, dan tidak tampak adanya sesuatu yang menyerukan untuk mengubah pendekatan ini di masa depan (kantor berita Hizbut Tahrir, 30/5/2016).

Categories