Adakah Kerabatmu yang Nanti Akan Masuk Neraka?

MUSTANIR.net – Di antara lafal menakutkan dalam al-Qur’an adalah ḥarf min (مِنْ) pada ayat berikut ini,

يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ اَخِيْهِۙ وَاُمِّهٖ وَاَبِيْهِۙ وَصَاحِبَتِهٖ وَبَنِيْهِۗ لِكُلِّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَىِٕذٍ شَأْنٌ يُّغْنِيْهِۗ

Artinya, “Pada hari (kebangkitan) itu manusia lari dari saudaranya, (dari) ibu dan bapaknya, serta (dari) istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya.” (QS Abasa: 34-37)

Secara bahasa, ḥarf min dalam ayat di atas memungkinkan dimaknai min lil mujāwazah (للمجاوزة), yakni min yang bermakna ‘an (عَنْ). Makna mujāwazah adalah melewati, meninggalkan dan menjauhi. Jika saya berkata,

فَرَرْتُ مِنْ أَسَدٍ

Maka maknanya adalah “Saya melarikan diri untuk melewati, meninggalkan dan menjauhi singa”, sebab ḥarf min dalam kalimat di atas juga bermakna min lil mujāwazah.

Ketika dalam ayat di atas ḥarf min dimaknai lil mujāwazah, maka hal itu bermakna nanti pada hari kiamat seseorang akan lari meninggalkan, melewati dan menjauhi saudaranya, ayah-ibunya, istrinya dan anak-anaknya.

Mengapa seseorang sampai lari menjauhi 5 kerabat dekatnya itu?

Sebabnya adalah karena mereka sudah terjatuh ke dalam siksa!

Jadi larinya adalah karena kuatir bernasib buruk seperti kerabat tersebut, sehingga bukannya berfikir menolong, tetapi malah melarikan diri untuk menyelamatkan diri!

Ibnu ‘Āsyūr berkata,

وَتَعْلِيقُ جَارِ الْأَقْرِبَاءِ بِفِعْلِ: يَفِرُّ الْمَرْءُ يَقْتَضِي أَنَّهُمْ قَدْ وَقَعُوا فِي عَذَابٍ يَخْشَوْنَ تَعَدِّيَهُ إِلَى مَنْ يَتَّصِلُ بِهِمْ». «التحرير والتنوير» (30/ 136)

Artinya, “ta‘liq (penghubungan) ḥarf min sebagai ḥarf jarr untuk kerabat-kerabat (seperti saudara, orang tua, dan anak-istri) dengan kata kerja dalam ayat ‘yafirrul mar’u’ memberi pengertian bahwa mereka (para kerabat itu) telah terjatuh ke dalam azab yang membuat mereka takut azab tersebut menyeret mereka juga karena mereka ada hubungan dengan kerabat tersebut” (al-Taḥrīr wa al-Tanwīr, juz 30 hlm 136)

Seakan-akan melalui ḥarf min itu Allah memperingatkan bahwa nanti di hari kebangkitan,

• Akan ada di antara kalian yang saudaranya akan masuk neraka! Sehingga karena demikian takutnya kalian bernasib serupa, maka kalian akan lari menyelamatkan diri!

• Akan ada di antara kalian yang ibunya akan masuk neraka! Sehingga karena demikian takutnya kalian bernasib serupa, maka kalian akan lari menyelamatkan diri!

• Akan ada di antara kalian yang ayahnya akan masuk neraka! Sehingga karena demikian takutnya kalian bernasib serupa, maka kalian akan lari menyelamatkan diri!

• Akan ada di antara kalian yang istrinya/suaminya akan masuk neraka! Sehingga karena demikian takutnya kalian bernasib serupa, maka kalian akan lari menyelamatkan diri!

• Akan ada di antara kalian yang anaknya akan masuk neraka! Sehingga karena demikian takutnya kalian bernasib serupa, maka kalian akan lari menyelamatkan diri!

Seakan-akan kita juga diajari dan dipesani secara implisit,

“Sejauh mana kalian sudah memberi peringatan dan mendakwahi saudara, orang tua, anak dan istri sehingga nanti di hari penghisaban mereka tidak termasuk golongan kerabat yang engkau lari darinya karena kuatir bernasib serupa?”

Jika sudah tahu ayat ini bermakna seperti ini, bukankah ini sudah cukup menjadi pendorong serius untuk menjaga diri kita dan keluarga dari api neraka?

اللهم أنقذنا وأهلنا يوم تبعث عبادك []

Sumber: Mokhamad Rohma Rozikin

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories