Akom: Keadaan Golkar Saat Ini Sangat Memprihatinkan

Papa Setnov | foto: rep


MUSTANIR.COM, MEDAN — Keadaan Partai Golkar semakin hangat diperbincangkan sejak kasus hukum menjerat ketua umumnya, Setya Novanto. Politikus senior Golkar Ade Komarudin mengatakan, keadaan Partai Golkar saat ini sudah memprihatinkan menyusul pembantaran penahanan Novanto itu.

Menurut Ade, Partai Golkar harus segera mencari jalan keluar dengan merujuk pada mekanisme partai.

“Saya tidak pada posisi untuk bagaimana (Golkar) mengadakan munaslub atau tidak, tetapi semua pimpinan daerah tingkat satu se-Indonesia pasti dapat menyadarinya bahwa keadaan ini sudah sangat memprihatinkan,” ujar Ade yang sempat menjadi ketua DPR RI di Istana Maimun, Medan, Ahad (19/11).

Menurut Ade, Partai Golkar mempunyai mekanisme yang secara konstitusional dapat memberikan jalan keluar bila keadaan sangat memprihatinkan. Dia optimistis semua anggota dan kader Golkar bisa menyelesaikan permasalahan ini dengan baik pada masa yang akan datang.

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tandjung mengatakan, kasus korupsi yang menjerat Novanto berdampak pada kian menurunnya elektabilitas partai berlambang pohon beringin itu. Atas dasar itulah Akbar menilai harus ada langkah-langkah strategis yang dilakukan untuk kembali menaikkan elektabilitas Golkar.

Ia memaparkan, beberapa bulan belakangan ini tren elektabilitas partai Golkar terus menurun mencapai sekitar 7 persen. “Kami tidak ingin ada penurunan. Kalau menurun sampai sekitar 4 persen, bisa kiamat kami ini,” cetus politikus senior Golkar itu.

Akbar mengatakan, jika elektabilitas menurun hingga 4 persen, Golkar sudah dipastikan tidak akan memiliki perwakilan di DPR. Menurut dia, Golkar harus segera mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan elektabilitas menjelang pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019.

“Kalau kita silap, kita bisa disalip partai-partai yang lainnya,” ujar Akbar. (republika.co.id/20/11/2017)

Komentar:
Politik praktis di dalam arena demokrasi sangat berpotensi terjadinya politik transaksional. Jika uang dan jabatan yang menjadi tuannya, maka idealisme sulit ditemukan. []

Categories