Pasca Aksi 412: Sampah Berserakan dan Politisi Saling Penjarakan

Pasca Aksi 412: Sampah Berserakan dan Politisi Saling Penjarakan

Usai Aksi Kita Indonesia, Sampah Berserakan di Bundaran HI

Aksi yang dinamakan Kita Indonesia digelar hari ini, Minggu, 4 Desember 2016, di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat. Aksi yang diinisiasi oleh aliansi kebangsaan ini didukung oleh berbagai elemen kebangsaan, dan diikuti oleh ribuan massa pendukung.

Sayangnya, acara yang dimeriahkan dengan aksi parade budaya ini meninggalkan kesan tidak baik di mata masyarakat yang tengah menikmati Car Free Day.

Dari pantauan VIVA.co.id, sampah sisa kotak bekas makan dibiarkan menumpuk dan berserakan di sepanjang Bundaran HI. Para peserta parade juga terlihat acuh membuang sampah sembarangan.

Selain sampah bekas sisa makanan, juga terlihat beberapa atribut parade terinjak-injak oleh ribuan massa. Selain itu, beberapa peserta parade juga terlihat naik ke pot bunga untuk mengabadikan gambar.

Kondisi ini berbeda jauh dengan aksi 212 yang digelar dua hari lalu. Dalam aksi yang diikuti oleh jutaan orang itu, justru berjalan dengan tertib.

Para peserta aksi damai itu dengan sangat tertib memungut sampah yang ditemukan di jalan, dan dikumpulkan dalam kantong plastik yang dibawa oleh tiap peserta. (viva/adj)

Selesai Aksi Tandingan 412 Dua Petinggi Golkar Berantem; Allah Cerai Beraikan Barisan Mereka

Beginilah ketentuan Allah SWT berlaku. Aksi 412 yang jadi tandingan Aksi Umat Islam 212 diperlihatkan kepada publik seperti apa sebenarnya mereka.
Aksi yang diprakarsai parpol-parpol pendukung tersangka penista Al-Quran (Golkar, Nasdem, PPP kubu Djan Farid) dan dibackup taipan seperti Agung Podomoro Group dan Arta Graha malah menjadi cemoohan publik.Usai digelarnya aksi yang menamakan ‘Kita Indonesia’ Minggu (4/12/2016) pagi selesai, justru ada dua kader Partai Golkar yang saling berantem.

Dilansir Poskotanews, mereka ribut soal jumlah massa yang dikerahkan karena dianggap tidak sesuai estimasi. Dua kader yang ribut itu sempat terlibat adu mulut. Duanya adalah Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Fayakhun Andriadi dengan Ketua Angkatan Muda Partai Golkar, Fahd El Fouz Arafiq.

Kabar yang beredar di kalangan wartawan, Fahd menuding Fayakhun gagal mengerahkan 10.000 massa untuk ikut aksi Kita Indonesia. Tapi hal itu dibantah, Fayakhun membantah tudingan tersebut hingga perdebatan terjadi dan berantem.

Kasus ini pun tidak selesai, bahkan berujung di Kepolisian.

Ketua DPD Golkar DKI Jakarta Fayakhun Andriadi yang merasa dikeroyok melaporkan Ketua Angkatan Muda Partai Golkar, Fahd El Fouz Arafiq ke polisi.

“Betul ada laporan tersebut. Baru tadi siang melaporkan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (4/12/2016).

Begitulah barisan pendukung penista Al-Quran diceraiberaikan.
تَحۡسَبُهُمۡ جَمِيعً۬ا وَقُلُوبُهُمۡ شَتَّىٰ‌ۚ
“Kamu kira mereka itu bersatu padahal hati mereka berpecah belah.” (QS Al-Hasyr: 14). 
Maha Benar Allah dengan segala firmanNya. (pp/adj)

 

Categories