Investasi Asing dan UU yang Menaunginya adalah Alat Penjajahan

MUSTANIR.net – Forum Komunikasi Ulama, dalam Multaqo Ulama Aswaja Kabupaten Kediri mengatakan, investasi (asing) dan undang-undang yang menaunginya adalah alat penjajahan.

“Investasi (asing) dan undang-undang yang menaunginya adalah alat penjajahan,” ungkap Ustaz Indrayadi membacakan pernyataan sikap Multaqo Ulama Aswaja di Kediri, Jum’at (22/9/2023).

Ia mengatakan, hendaknya disadari dan jangan sampai tertipu lagi oleh janji-janji demokrasi yang hanya melahirkan pelayan-pelayan oligarki yang mencengkeram negeri ini atas nama investasi.

“Diduga bahwa ada indikasi yang kuat para penganut ideologi jahil (kapitalis maupun komunis) tidak menghendaki adanya perubahan. Mereka terus berusaha untuk melayani oligarki dan melanggengkan kekuasaan dan penerapan sistemnya melalui mekanisme demokrasi, seraya memarginalkan peran Islam dan umat Islam serta mengkriminalisasi (ajaran) Islam dan umat Islam,” paparnya.

Kemudian ia menjelaskan bahwa kerusakan atau fasad yang terjadi selama ini hendaknya menyadarkan masyarakat bahwa Indonesia membutuhkan adanya perbaikan, membutuhkan adanya perubahan agar segala bentuk fasad atau kerusakan yang terus menimpa hilang dan berganti dengan rahmah (kesejahteraan, kemakmuran, ketenteraman, keamanan, kesentosaan, dan keadilan).

“Para habaib dan ulama Aswaja yang berjuang bersama umat hendaknya tetap teguh pada tujuan perjuangan yaitu isti’nafu hayatil Islamiyyah dan istiqamah dalam meniti thariqah Rasulullah sallāllāhu ʿalayhī wa sallam, yakni iqamatu daulatil Islamiyyah, jangan sampai lupa tujuan dan salah jalan karena tertipu oleh demokrasi,” tegasnya.

Ia mengatakan, seharusnya perubahan yang dilakukan adalah perubahan secara inqilabi dari ideologi dan sistem jahili buatan hawa nafsu manusia menuju ideologi dan sistem yang syar’i yang bersumber pada wahyu.

“Khilafah Islamiyyah adalah masa depan dunia, sebuah negara adidaya atau daulatul ula yang akan mengakhiri hegemoni negara-negara penjajah Timur maupun Barat, yang berideologi kapitalis maupun komunis, lalu menebarkan kebaikan: kesejahteraan, kemakmuran, ketenteraman, keamanan, kesentosaan, dan keadilan, serta mewujudkan rahmatan lil alamin dengan izin Allah subḥānahu wa taʿālā,” pungkasnya. []

Sumber: Alfia Purwanti

About Author

Categories