Bagi BNPT, Masjid Untuk Menihilkan Ibadah Jihad

Bagi BNPT, Masjid Untuk Menihilkan Ibadah Jihad

Mustanir.com – Apa tujuan pembangunan masjid? Kalau menurut Allah ta’ala, masjid dibangun untuk tujuan taqwa, setidaknya itu pesan yang Allah sampaikan kepada hamba-Nya seperti termaktub dalam surat At-Taubah ayat 108. Lantas, bagaimana bila ada hamba-Nya yang bangun masjid untuk tujuan selain takwa? Menghapus ibadah jihad dengan dalih deradikalisasi misalnya.

Awal pembangunan masjid pesantren Darusy Syifa telah dimulai, 7 September 2016. Pesantren yang berada di Dusun IV, Sei Mencirim, Kutalimbaru, Deli Serdang ini diklaim sebagai pesantren pertama dan satu-satunya di Indonesia yang membina anak-anak mantan napi terorisme, napi terorisme, dan teroris yang masih DPO.

“Mudah-mudahan ini jadi langkah awal yang baik bagaimana kita bersimbiosa untuk kemaslahatan kita semua. Memang BNPT punya beberapa langkah, tapi langkah yang defensive, soft approach, human approach kita laksanakan sebaik-baiknya. Mudah-mudahan dapat mereduksi radikalisme,” kata Suhardi usai acara.

Peletakan batu pertama dilakukan oleh Kepala Badan Nasion Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Suhardi Alius. Selain Suhardi, acara ini juga dihadiri Kapolda Sulawesi Selatan Brigjen Rudi Sufahriadi, Wakapolda Sumut Brigjen Adi Pranoto dan Wakapolresta Medan AKBP Mahedi Surindra.

Suhardi mengatakan, untuk mereduksi radikalisme, pemerintah tidak hanya harus melakukan tindakan represif. Namun, tindakan-tindakan dengan pola pendekatan kemanusiaan dan pendekatan yang lembut juga harus dilakukan, termasuk membangun lembaga sekelas pesantren untuk deradikalisi. Meski demikian, Suhardi menegaskan jika BNPT akan tetap bertindak represif dalam penindakannya.

“Anak-anak ini sangat rawan karena lebih militan dari bapaknya. Kita rangkul dia bila perlu jadi anak asuh dan keluarganya kita beri kewirausahaan sehingga betul-betul ada sentuhan. Jadi tidak melulu dengan pola represif. Walaupun tindakan represif itu juga kita lakukan,” kata Suhardi.

Menurut mantan Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) ini, pesantren ini adalah role model. Akan ada beberapa lagi yang dibangun di kantong-kantong yang berpotensi ”radikal.”

Pesantren Darusy Syifa didirikan oleh aktivis BNPT Khairul Ghazali pada 2015. Saat ini, ada 20 santri dan lima guru yang terlibat di pesantren berkonsep sekolah alam ini. (lasdipo/adj)

Categories