Bahaya Gerakan Gafatar

bahaya-gafatar

Bahaya Gerakan Gafatar

Mustanir.com – Nama Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) makin santer saja. Apalagi setelah dokter Rica Tri Handayani dan putranya, Zafran Alif Wicaksono, dikabarkan hilang secara misterius. Tak hanya Rica dan Alif, enam orang asal Yogyakarta juga dikabarkan hilang secara misterius.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Anton Charliyan mengatakan, Gafatar sangat berbahaya. Pasalnya, gerakan ini menanamkan ideologi buruk kepada calon pengikutnya.

Catatan Polri, ada 1.058 orang tergabung dengan Gafatar. “Jumlah itu terdiri dari simpatisan eks Afghanistan dan eks Suriah. Itu belum se-Indonesia. Kalau se-Indonesia pasti lebih banyak,” kata Anton di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (12/1/2016).

Mewaspadai bahaya gerakan organisasi yang meresahkan masyarakat ini, Polri akan mengidentifikasi lokasi para pengikut Gafatar. Gafatar dinilai bahaya lantaran telah menyelewengkan ideologi agama.

“Kita sekarang identifikasi dulu penyebarannya. Siapa saja yang menjadi pengikutnya. Kami lagi dalami, jangan sampai salah bertindak,” tutur Anton.

Berdasarkan analisa dan informasi Polri, Gafatar merekrut warga dari kalangan aktivis dan mantan aktivis Gafatar. Namun, kelompok ini lebih memfokuskan pada anak-anak muda dari berbagai profesi.

Gafatar menarik calon pengikutnya dengan cara sosial. Dalam ajarannya, Gafatar tak mewajibkan umat Islam salat dan puasa Ramadan. Organisasi ini juga menganggap Nabi Muhammad bukan Nabi terakhir dalam ajaran Islam.

Menurut keterangan Anton, Gafatar memiliki utusan terakhir selain Muhammad, yakni AH yang saat ini mendekam di LP Cipinang. Anton pun menduga Gafatar terindikasi pecahan Al Qiyadah Al Islamiah yang dahulu dipimpin Ahmad Musadeq. (metrotv/adj)

Komentar Mustanir.com

Bukan hanya gafatar yang berbahaya bagi rakyat Indonesia dan juga bagi negeri ini. Tetapi ada gerakan lain yang lebih berbahaya bagi masyarakat Indonesia, yakni Sekulerisasi dan Liberalisasi. Sekulerisasi berbahaya bagi Indonesia karena mengajak masyarakat beragama meninggalkan agama mereka ketika berbicara permasalahan publik dan berbicara permasalahan negara. Secara tidak langsung, kaum beragama di Indonesia, terutama yang beragama Islam, diarahkan untuk keluar dari agama mereka secara tidak kentara.
 
Liberalisasi juga berbahaya bagi rakyat Indonesia sebab liberalisasi dalam aspek pemikiran membuat manusia dapat berfikir bebas tanpa harus peduli pada aturan main Tuhan. Liberalisasi dalam aspek ekonomi juga berbahaya bagi Indonesia, sebab dari liberalisasi kaum Kapitalis seolah diberikan kebebasan untuk menguasai SDA Indonesia sebebas-bebasnya dan akhirnya Indonesia hanya akan menjadi negara terjajah secara ekonomi.

Categories