Benarkah Dua Ayat Terakhir Surat At-Taubah Tidak Mutawatir?

ilustrasi | image: http://syahirul.com

Mustanir.com — Ada yang bilang, dua ayat terakhir surat at-Taubah tidak mutawatir, karena hanya diriwayatkan secara sendirian oleh Abu Khuzaimah al-Anshari radliyallahu ‘anhu (ada yg bilang Khuzaimah). NIKE AIR ZOOM VOMERO 12

Anggapan salah ini muncul karena sebagian kecil orang tidak memahami apa yg sebenarnya dikumpulkan oleh tim Zaid bin Tsabit radliyallahu ‘anhu pada masa pemerintahan Abu Bakar radliyallahu ‘anhu. Mereka menyangka bahwa Zaid dan timnya ditugaskan untuk mengumpulkan dan menuliskan ayat-ayat yang dihafal oleh para shahabat yang datang menyetor kepada mereka. Ini dilakukan dalam rangka menyusun sebuah mushhaf yg lengkap.

Itu keliru. Auburn Tigers Yang benar adalah, wallahu a’lam: Zaid dan tim diperintahkan untuk mengumpulkan dokumen, berupa pelepah kurma, kulit binatang, batu tipis dll yang diatasnya terdapat ayat-ayat Al-Qur’an yang ditulis oleh para shahabat di hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika wahyu diturunkan. Zaid dan timnya tidak menerima tulisan shahabat kecuali jika tulisan itu memenuhi dua syarat: # SATU, disertai dua orang yang bersaksi bahwa ia merupakan dokumen otentik yang ditulis di hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. # DUA, apa yang tertulis di atasnya sesuai dengan hafalan Al-Qur’an yang ada di “dada” para shahabat. Marcus Mariota Oregon Jerseys HASIL kerja tim Zaid pada masa Abu Bakar adalah setumpuk dokumen yang berisi tulisan Al-Qur’an asli yang ditulis di hadapan Nabi ‘alaihish sholatu wassalam, yang kemudian disebut shuhuf. Jadi belum bertentuk mush-haf. Adapun kalau sekedar menuliskan hafalan Al-Qur’an, maka para shahabat tidak memerlukan proyek semacam itu. Karena banyak di antara mereka yang telah hafal Al-Qur’an secara utuh. Adidas Gazelle Nero Donna

Maka dari itu, kembali ke dua ayat terakhir dari At-Taubah, diriwayatkan bahwa Zaid bin Tsabit tidak mendapati seorang pun membawa tulisan dua ayat tersebut. buy albion silver Beliau dan tim berusaha mencari siapa yang membawanya, hingga akhirnya hanya Abu Khuzaimah seorang yang datang membawanya. adidas uk for sale Beliau merupakan shahabat yg pernah ditetapkan secara khusus oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai orang yang kesaksiannya setara dengan dua orang. nike air max pas cher Kenyataan bahwa tim Zaid radliyallaahu ‘anhum mencar-cari tulisan dua ayat terakhir dari surat at-taubah menunjukkan bahwa “dua ayat yang hilang” tersebut sebenarnya ada di dalam hafalan Zaid dan timnya. solde adidas chaussures Keduanya itu tidak hilang dari kepala mereka dan para shahabat yg lain. Yang mereka butuhkan cuma pelepah kurma, kulit atau batu yang di atasnya tertulis dua ayat tersebut, ditulis di hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kesimpulannya: bacaan dua ayat terakhir surat At-Taubah dihafal oleh sejumlah besar shahabat dan teriwayatkan secara mutawatir. Kansas State Wildcats Hanya tulisan aslinya saja yang dibawa sendirian oleh Abu Khuzaimah radliyallaahu ‘anhu.

Categories