BPJS Dianggap Tidak Masuk Akal

kartu-bpjs

BPJS Dianggap Tidak Masuk Akal

Mustanir.com – Dalam kerangka Jaminan Kesehatan Nasional dan mengacu pada Surat Edaran Direktur Pelayanan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Nomor 10 Tahun 2014, pasien BPJS yang akan mendapatkan pelayanan fisioterapi harus minta persetujuan ke dokter Spesialis Rehabilitasi Medik (SpKFR).

Meskipun sebelumnya pasien sudah mendapat rujukan dari dokter spesialis seperti saraf, jantung, paru, anak  dan lain-lain.

“Hal itu tidak masuk akal,” kata Ketua Umum Ikatan Fisioterapi Indonesia Mohammad Ali Imron pada Republika.co.id   di ruang kerjanya, baru-baru ini.

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 80 Tahun 2013 dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 65 Tahun 2015, kata dia, memberikan kewenangan fisioterapis untuk melayani pasien secara langsung  (praktek mandiri) atau kolaborasi dengan (atas rujukan) tenaga kesehatan yang lain seperti dokter, bidan, perawat maupun dokter spesialis.

Di samping itu, dia menambahkan, kompetensi SpKFR tidak sama dengan kompetensi fisioterapi. Maka yang terjadi adalah adanya ketidaksesuaian instruksi SpKFR dengan tindakan fisioterapis yang seharusnya diberikan kepada pasien. Dengan demikian akan menurunkan kualitas kualitas pelayanan dan patient safety yang rendah.

Imron menjelaskan, sesuai UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan menyatakan, pelayanan rehabilitasi merupakan pelayanan terhadap bekas penderita. Hal tersebut didukung oleh Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 378 tentang Pedoman Pelayanan Rehabilitasi Medik yang menyatakan bahwa pelayanan Rehabilitasi Medik merupakan pelayanan kesehatan bagi penderita disabilitas.

Penyandang disabilitas adalah setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental dan/atau sensorik dalam jangka waktu lama dalam berinteraksi dengan lingkungan dan/atau sikap masyarakat.

Sementara pada kenyataannya, pelayanan fisioterapi di rumah sakit lebih dari 90 persen bukanlah pasien dengan kategori disabilitas, melainkan masih pada tatanan Impairment atau ganggungan struktur dan fungsi tubuh sesuai klasifikasi International Classification of Functioning, Disability and Health (ICF). Hal ini seiring dengan tingginya usia harapan hidup dan banyaknya penyakit  kronis.

Dia mengungkapkan jumlah fisioterapis sekitar 10.000 orang yang tersebar di seluruh Indonesia. Sedangkan jumlah Spesialis Rehabilitasi Medik hanya sekitar 500 orang dan itupun hanya berada di kota-kota besar seperti Jakarta, Medan, Yogya, Solo, dan lain-lain. Sehingga belum semua rumah sakit di Indonesia yang berjumlah sekitar 2000 orang memiliki SpKFR. (rol/adj)

Komentar Mustanir.com

BPJS adalah jaminan kesehatan yang hampir sama dengan asuransi dalam mekanismenya. BPJS ataupun asuransi dalam pandangan Islam mengalami banyak cacat. Banyak faktor-faktor yang menyebabkan keduanya diharamkan. Selain tidak sesuai syariah, BPJS mengalami banyak misi ekonomis, jadi alih-alih uang iuran BPJS digunakan untuk mengobati pasien, digunakan untuk investasi di pasar modal oleh segelintir oknum-oknum rakus.

Categories