Ketika Diammu Menjadi Fitnah, Bukan Emas

MUSTANIR.net – Untukmu yang tahu kebenaran, tapi memilih diam.

Kamu berjuang keras untuk menjaga dzikirmu dan menahan lisanmu dari segala ucapan yang sia-sia dan buruk. Kamu berkata bahwa diam itu emas! Tapi kamu lupa, setan selalu mencari celah masuk dari segala arah! Kamu memilih diam terhadap kebenaran!

Kamu berkata, “Aku menjauh dari perdebatan dan perselisihan.” Tapi kamu lupa bahwa dunia ini bergerak melalui perjuangan, bahwa ketika suara kebatilan semakin lantang dan membesar, setiap orang yang diam dari kebenaran adalah setan bisu yang bersekutu dengan kebatilan!

Kamu berpikir bahwa diamnya kamu terhadap kebenaran yang kamu ketahui saat melihat keadaan salah satu saudaramu, gurumu, atau ulama ketika dikatakan sesuatu yang tidak benar tentangnya adalah cara untuk menghindari “kepusingan” tetapi kamu keliru!

Kamu telah mengecewakan mereka yang, ketika mereka tertindas, kebatilan semakin nyaring, sementara kebenaran semakin redup. Padahal mereka yang memperjuangkannya sejatinya sudah tertindas!

Mengapa kamu diam? Jika kamu tahu bahwa yang diserang adalah orang-orang yang berbuat kebaikan dan memiliki keutamaan, mengapa kamu tetap diam?

Diamnya kamu adalah keburukan, dan betapa besar keburukan itu yang membuat orang bodoh percaya kebohongan, dan pelaku keburukan semakin berani menyesatkan. Bersuara dan belalah mereka yang diakui orang karena keutamaan dalam keshalihan serta ishlahnya.

Tunjukkanlah kepada Allah kebaikan dari ilmu yang telah Allah ajarkan kepadamu. Ketakutanmu terhadap dirimu sendiri, statusmu, atau sedikit kenikmatan dunia hanya bersifat sementara dan akan segera berlalu!

Sesungguhnya Allah pasti akan menolong hamba-hamba-Nya yang beriman, dengan atau tanpa dirimu. Sampaikanlah kebenaran yang telah kamu ketahui sesuai kemampuanmu.

Ingatlah, diamnya orang yang mampu untuk berbicara tentang kebenaran adalah sebuah pengkhianatan. Jangan sekali-kali menjadi bagian dari mereka yang berkhianat! []

Sumber: Abu Qudsy

About Author

Categories