Kejahatan Zionis Yahudi ke Gaza Palestina, Bukti Kejahatan Demokrasi

MUSTANIR.net – Dikutip Associated Press (AP), per Ahad (29/10), jumlah korban tewas akibat gempuran Israel ke Gaza Palestina mencapai 8.005 orang dan melukai lebih dari 20.200 orang lainnya. Sebagian besar korban tewas di Gaza merupakan anak-anak dan perempuan. Sementara itu, jumlah korban tewas di Tepi Barat Palestina sejak perang pecah juga bertambah menjadi 116 orang dan 2.000 orang lainnya terluka. [1]

Bahkan, sebelumnya serangan rudal militer Israel pada Selasa malam menghantam Rumah Sakit Baptis al-Ahli di Gaza, Palestina, menyebabkan 500 orang meninggal. Para petugas medis menggambarkannya sebagai genosida, kejahatan perang, dan pembantaian. “Ini adalah genosida. Ini adalah kejahatan perang,” kata Nebal Farsakh, petugas medis dari Bulan Sabit Merah Palestina kepada al-Jazeera, Rabu (18/10). Dia menjelaskan bahwa selain pasien yang berada di dalam, banyak warga sipil Palestina yang mencari perlindungan di kompleks rumah sakit, setelah Israel memerintahkan semua orang di utara Gaza untuk pergi. [2]

Ini bukti ke sekian kalinya kebrutalan, kebiadaban dan kejahatan Zionis Yahudi Israel terhadap warga Palestina khususnya warga Gaza, selama lebih dari 75 tahun. Ini pun bukti bangsa Zionis Yahudi Israel tersebut adalah penjahat psikopat yang sangat kejam dan sangat barbar serta tidak berperikemanusiaan. Sejak Zionis Yahudi Israel merampas, merampok, menduduki, dan menjajah Palestina pada tahun 1948 hingga kini di tahun 2023.

Kebrutalan, kebiadaban, dan kejahatan Zionis Yahudi Israel dalam merampas dan menjajah Palestina serta dalam membunuhi ribuan lebih hingga jutaan lebih warga Palestina sejak tahun 1948 hingga kini. Bahkan, kebrutalan, kebiadaban dan kejahatan Zionis Yahudi Israel —yang kelahirannya dibidani oleh Inggris dan keluarga kaya Yahudi yakni Rothschild serta sebelumnya dicetuskan dan diperjuangkan oleh Theodor Herzl— sebenarnya diawali sebelum tahun 1948, tepatnya ketika dideklarasikannya Deklarasi Balfour pada tahun 1917, ‘Pendirian Rumah Nasional Yahudi’ oleh pemerintah kolonial Inggris. Hingga kini kejahatan, kebiadaban, dan kebrutalan Zionis Yahudi Israel tersebut di tahun 2023 pun sangat didukung penuh oleh negara-negara demokrasi di Barat, Eropa (Inggris, Prancis, Jerman, dan lain-lain) maupun Amerika, Australia, dan PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) serta dilindungi oleh hukum internasional. [3]

Bahkan, Amerika Serikat sebagai kampiun utama demokrasi pun sangat terdepan membela dan mendukung serta mem-backing-i kebrutalan, kebiadaban, dan kejahatan Zionis Yahudi Israel tersebut terhadap Palestina dan warga Palestina. Dan Amerika Serikat pun sangat men-support anggaran sangat besar untuk membantu dan melindungi Zionis Yahudi Israel tersebut. [4]

Jadi, kebrutalan, kebiadaban dan kejahatan Zionis Yahudi Israel —yang didukung penuh, dibela dan di-backing-i oleh negara-negara utama demokrasi seperti Amerika Serikat, Eropa, dan lembaga mantel internasional demokrasinya yakni PBB— dalam merampas, menjajah, dan menduduki serta menguasai tanah Palestina, dan dalam membunuh dan menggenosida ribuan hingga jutaan lebih warga Palestina termasuk khususnya di Gaza tersebut. Adalah bukti ke sekian kalinya kejahatan demokrasi dan bukti hipokritnya demokrasi serta standar gandanya negara-negara demokrasi seperti Amerika Serikat dan sekutu Baratnya serta PBB tersebut. Kebebasan, kemerdekaan, dan Hak Asasi Manusia (HAM) dalam demokrasi dan dalam peradaban sekuler kapitalismenya tersebut itu bullshit alias omong kosong belaka serta sangat paradoks. Masihkah percaya demokrasi! Mikir!

Maka, bahasa yang bisa dimengerti dan bahasa yang bisa dipahami oleh Zionis Yahudi Israel dan induk semangnya seperti Amerika Serikat dan sekutu Baratnya serta lembaga mantel demokrasinya yakni PBB tersebut. Bukanlah bahasa normalisasi, perjanjian damai, genjatan senjata, dan solusi dua negara. Namun, bahasa yang bisa dimengerti dan bisa dipahami oleh mereka adalah bahasa syariah, khilafah, dan jihad global kaum muslimin dan pasukan kaum muslimin dalam membebaskan Palestina, dan dalam mengenyahkan entitas ilegal Zionis Yahudi Israel dari Palestina selamanya dan sekaligus dalam membungkam induk semangnya Amerika Serikat dan sekutu Baratnya dan PBB tersebut.

Karena, masalah Palestina ini adalah masalah akidah, bukan semata masalah kemanusiaan belaka. Sebab, Palestina adalah tanah suci para nabi, tanah Isra mikraj Rasulullah ﷺ, tanah suci kaum muslimin, tanah kharajiyah kaum muslimin yang dahulu pernah ditaklukkan oleh kaum muslimin dan khilafah serta dibasahi dan dibanjiri oleh darah syuhada’ para sahabat dan jutaan lebih kaum muslimin yang menaklukkan, membebaskan, dan menjaga Palestina selama ribuan tahun lebih, hingga kini.

Dan akar masalah Palestina pun sesungguhnya adalah bercokolnya entitas ilegal Zionis Yahudi Israel di Palestina, dan bercokolnya sistem kufur demokrasi dan ideologi kapitalisme-sekulerisme global Amerika Serikat dan sekutu Baratnya serta lembaga mantelnya PBB. Serta pengkhianatan penguasa-penguasa Arab, Turki, dan penguasa-penguasa muslim lainnya yang menjadi boneka dan tunduk kepada Amerika Serikat dan Zionis Yahudi Israel tersebut. Dan akibat ketiadaan khilafah sang perisai umat, sejak khilafah diruntuhkan oleh Inggris dan sekutu Baratnya melalui agennya seorang Yahudi yakni Mustafa Kemal Atatürk laknatullahi ‘alaihim di Turki pada 3 Maret tahun 1924 Masehi.

Maka, solusi tuntas Palestina ini pun dalam mengenyahkan entitas Zionis Yahudi Israel tersebut dan dalam membungkam induk semangnya Amerika Serikat dan sekutu Baratnya serta PBB. Adalah solusi akidah pula, yakni solusi akidah Islam yaitu menumbangkan sistem kufur demokrasi kapitalisme-sekulerisme yang menjadi biang masalah dan biang penjajahannya. Dan solusi akidah Islamnya juga adalah membebaskan Palestina hanya dengan syariah, khilafah dan jihad global (jihad akbar) kaum muslimin dan pasukan kaum muslimin dari segala penjuru negeri kaum muslimin. Yang dipimpin dan dikomandoi serta dimobilisasi oleh seorang khalifah yang mulia yang telah dibai’at secara in’iqad dan secara tha’at oleh seluruh kaum muslimin.

Seperti dahulu pada era Khulafaur Rasyidin sekitar tahun 638 M, Khalifah Amirul Mukminin bersama panglima perang Islamnya yakni Khalid bin Walid dan Amru bin Ash radhiyallahu ‘anhum beserta pasukan jihad kaum muslimin melakukan jihad akbar dalam perang Yarmurk dan berhasil dalam membebaskan Syam dan al-Quds Palestina dari Bizantium Romawi Timur. Dan juga seperti dahulu pada perang Hattin tahun 1187 M, Sultan Shalahuddin al-Ayyubi dan pasukan jihad kaum muslimin berhasil kembali membebaskan al-Quds Palestina, dari pasukan salibis Eropa yang sudah menguasai dan menjajah Palestina selama lebih dari 80 tahun.

Dan dahulu pada sekitar tahun 1250-1271 M, Palestina pun berhasil dijaga dan dipertahankan kembali oleh Sultan Rukhnuddin Baybars —dari kesultanan bani Mamluk di Mesir— dari serangan pasukan salibis Eropa. Dan juga berhasil dijaga dan dipertahankan dari serangan pasukan Mongol yang berupaya merebut dan menguasai Syam dan Palestina dari tangan kaum muslimin.

Begitu pula, pada tahun 1901 M di era akhir Khilafah Utsmaniyah, sang singa terakhir Islam yakni Sultan (Khalifah) Abdul Hamid Khan II berhasil mempertahankan dan menjaga tanah suci Palestina dari bangsa yahudi yang berupaya meminta dan berkonspirasi menguasai tanah suci Palestina. Serta beliau pun dengan sangat tegas dengan nada sangat marah mengusir Theodor Herzl —pemimpin Zionis yang berupaya mendirikan negara Yahudi Israel— yang berupaya menyuap sebesar 150 juta poundsterling terhadap Sultan Abdul Hamid Khan II agar beliau mau bersedia memberikan sebidang tanah di Palestina untuk bangsa Yahudi.

Jadi, di sinilah antara urgensi atau sangat pentingnya dakwah perjuangan kita kaum muslimin di seluruh penjuru dunia dalam menegakkan kembali syariah dan khilafah serta berupaya mewujudkan jihad global kaum muslimin. Karena, ini menyangkut hidup dan matinya umat Islam dan Islam itu sendiri. Serta pula menyangkut akar masalah dan solusi tuntas Palestina dan seluruh negeri-negeri kaum muslimin lainnya. Yang sedang ditindas dan dijajah secara sistemis oleh neo-imperialisme dan neo-kolonialisme sekulerisme kapitalisme global asing (AS, Eropa dan Zionis Yahudi Israel) dan aseng (RRC, Hindu India, dan lain-lain).

Oleh karena itulah, bebaskan Palestina dari kejahatan Zionis Yahudi Israel tersebut hanya dengan khilafah dan jihad. Begitu pula, bebaskan seluruh kaum muslimin serta seluruh negeri-negeri kaum muslimin lainnya dari kejahatan demokrasi, dan dari penjajahan dan kejahatan peradaban sampah ideologi sekulerisme-kapitalisme global asing (Amerika Serikat dan sekutu Baratnya serta PBB) dan aseng (RRC, Hindu India, dan lain-lain) tersebut.

Wallahu musta’an, wallahu a’lam bish shawab. []

Sumber: Zakariya al-Bantany

Catatan Kaki:
1. https://www-cnnindonesia-com.cdn.ampproject.org/v/s/www.cnnindonesia.com/internasional/20231030101022-120-1017558/update-perang-hamas-vs-israel-9521-orang-tewas-gaza-makin-sekarat; https://www-cnnindonesia-com.cdn.ampproject.org/v/s/www.cnnindonesia.com/internasional/20231030085245-122-1017502/foto-gempuran-membabi-buta-israel-bikin-gaza-palestina-makin-sekarat/amp

2. https://international.sindonews.com/read/1228713/43/israel-merudal-rs-gaza-tewaskan-500-orang-ini-genosida-kejahatan-perang-pembantaian-1697591445

3. https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6994851/kronologi-sejarah-palestina-dan-israel-siapa-yang-memulai-perang; https://www-cnnindonesia-com.cdn.ampproject.org/v/s/www.cnnindonesia.com/internasional/20231012134930-120-1010340/daftar-negara-yang-mendukung-hingga-beri-bantuan-militer-ke-israel/amp; https://www-cnnindonesia-com.cdn.ampproject.org/v/s/www.cnnindonesia.com/internasional/20231018232612-134-1013064/as-memveto-resolusi-dk-pbb-soal-jeda-kemanusiaan-perang-israel-hamas/amp

4. https://www-voaindonesia-com.cdn.ampproject.org/v/s/www.voaindonesia.com/amp/amerika-bela-israel-gimana-nasib-warga-palestina-/7330368.html; https://www-tvonenews-com.cdn.ampproject.org/v/s/www.tvonenews.com/amp/berita/internasional/158039-joe-biden-naik-pitam-amerika-pasti-bela-israel-dan-siap-suplai-apapun-yang-dibutuhkan

About Author

Categories